Kerinci

Tagih Retribusi Kebersihan Pasar, Dinas LH Kab.Kerinci Diduga Gagal Tangani Sampah

Sergapreborn kab. Kerinci. Informasi para pedagang disalah satu pasar tradisional Hiang dan penelusuran awak media SERGAPreborn hari Rabu, 1/6/2023, pada ruas petak pedagang parang dan besi sudah 1 bulan, setiap pagi hari pasar Hiang pedagang terpaksa membersihkan dan menyapu sampah di ruas jalan petak mereka.

Di sinyalir sampah sengaja di hamburkan oleh oknum petugas retribusi kebersihan dari dinas LH kab.Kerinci sebelum para pedagang datang, dengan begitu waktu petugas retribusi kebersihan dengan gaya sedikit arogan menyerahkan karcis kebersihannya dan di katakan oleh para pedagang parang tersebut bahwa tunggu belum ada yang beli nanti diberikan, namun petugas merasa tidak terima dan berlalu dengan emosi. Padahal untuk ruas petak para pedagang parang tidak ada sampah karena barang yang dijual merupakan kerajinan besi namun selama ini para pedagang tidak keberatan membayar retribusi kebersihan.

Hasil konfirmasi dengan Kepala dinas Perindag kab.Kerinci Yoddizal Ali di ruang kerjanya, Senin 29/5/2023 menyampaikan bahwa, “Pasar tradisional di kab.Kerinci ada 14 tempat yang melibatkan 3 OPD yaitu dinas Perindag mengurus masalah pasarnya terkait PAD nya, dinas Perhubungan mengurus masalah parkir dan dinas Lingkungan Hidup masalah kebersihan artinya retribusi kebersihan dikelola dinas tersebut.”

“Kami sudah banyak terima keluhan dari para pedagang dan masyarakat sekitar pasar yang menyampaikan retribusi di tagih terus sedangkan pengolahan sampah pasar tidak maksimal. Jadi dalam hal ini karena bukan wewenang kami, sebaiknya awak media silahkan tanya ke dinas LH.” Ujar Kadis Perindag.

Saat Kabid Kebersihan dinas LH kab.Kerinci Arsa Pai dikonfirmasi menyampaikan akan segera menindak lanjuti masalah itu dan akan segera memanggil petugas retribusi pasar Hiang kekantor.”

Sikorman ketua LSM Fakta angkat bicara, ” “Pengolahan sampah dipasar kab.Kerinci merupakan wewenang dinas LH Kerinci. Kadis LH harus bertanggung jawab dan jangan tutup mata terhadap keluhan para pedagang dan masyarakat sekitar pasar. Apalagi diduga tindakan petugas retribusi kebersihan pasar Hiang yang arogan dan sengaja membuang sampah ke jalan petak pedagang. Kami dari LSM Fakta berharap dinas LH dapat memberikan sanksi disiplin dan mengganti petugasnya di pasar Hiang.” Tegas Sikorman.

( Sergapreborn-bers )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button