Kalimantan Tengah

Dugaan Kosultan Rangkap Jadi Pemborong, Bangunan Laboratorium dan Rehab Ruang Guru SMP Negeri 1 Timpah

Sergapreborn, Kapuas – Kalteng

Proyek pembangunan Laboratorium Komputer Beserta perabotan, dan Rehab ruang guru di SMPN 1 Timpah, di Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah ( KALTENG ) diduga kuat ada aroma KKN.

Diminta kepada pihak terkait menelusuri adanya dugaan tersebut, selain itu juga dikuatkan dengan keterangan pihak kepala sekolah itu sendiri bahwa pembangunan Laboratorium, dan rehab ruang guru tersebut dikerjakan langsung oleh pihak kunsultan itu sendiri yang ditunjuk dari dinas pendidikan Kabupaten.

Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Timpah, Anca Duar, ketika diwawancarai wartawan Sergareborn, Kamis, 11/02/2021 sekira pukul 13.00. Wib mengatakan, memang benar pekerjaan itu dikerjakan lansung oleh Konsultan Jhoko, kalau saya cuma bagian pengambilan dananya saja dari Bank Kalteng sesuai petunjuk Konsultan.

“Jadi smua itu sudah menjadi urusan konsultan, baik itu pembangunannya maupun pembelian bahan bangunan dan lain-lainya, saya tidak tau urusan yang begitu gituan karna kalau saya yang ngurusi malah menambah pusing saja,” kata Anca Duar.

Masih kata nya ,”Saya rasa pekerjaan itu sudah bagus dan tidak ada masalah buat saya, bahkan hampir setiap minggu pekerjaan itu selalu dikontrol oleh dinas pendidikan Kabupaten, maupun pihak Isfektorat, sangat beruntung semenjak saya menjabat sebagai kepala sekolah disini hampir 15 tahun baru ada bantuan rehab ruang guru maupun pembangunan baru Laboraturium , kalau masalah Komputer,maupun AC, tidak ada itu kata konsultan Jhoko,” kata nya.

Masih menurut nya ,”memang tidak ada terus saya mau bilang apa kalau memang tidak ada ya tidak ada, untuk masalah dinding tembok yang retak-retak, dan ada yang terkelupas itu hanya akibat dinding tembok yang diplaster kurang tekananya akirnya masuk angin, tidak jadi masalah nanti tunggu kalau ada dana lain masih bisa diperbaiki,” imbuhnya.

Lanjut nya,”kalau masalah rehab ruang guru memang begitu adanya selain dana itu sangat minim hanya yang perlu-perlu saja yang diganti misalnya atap seng dulu sudah banyak yang bocor sekarang sudah tidak, kalau pelasteran yang nempel pada sela dinding tengah itu memang tidak menggunakan bata,cukup dengan dipasang dengan kawat saja langsung dikasi adonan semen dengan pasir, intunya kan sudah kuat setelah kering kita cet rata- sudah kelihatan bagus dan tidak ada masalah kata kunsultan ,dan orang dinas Kabupaten yang sering mengontrol kerjaan tersebut ,tutur” Anca Duar.
( Kar )

Sergapreborn

Menegakan Kebenaran Demi Hukum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button