Jalankan Kepmendagri No. 03 Tahun 2021. Satgas Covid-19 Desa Sidaharja Rutin Giat Operasi Yustisi

0
34

CIAMIS, SERGAPreborn

Dalam menjalankan Surat Keputusan Mentri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM bersekala mikro mendorong Satgas covid-19 tingkat desa dengan didampingi Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Desa Sidaharja, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis – Jawa Barat rutin gelar operasi yustisi.

Dalam operasi yustisi tersebut Aipda Efendi selaku bhabinkantibmas menyampakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong lebih responsif dalam upaya penangan dan pencegahan covid-19 lebih meluas. Jumat (19/2/2021)

“Adanya Kepmen Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM bersekala mikro tersebut, memberikan ruang yg lebih jelas dan leluasa pada Pemerintahan Desa. melalui pos anggaran dana desa, satgas yg terbentuk harus dapat mengimplementasikan semua upaya terkait dengan penanganan covid-19” ungkap Aipda Efendi

“Apalagi Saat ini Kabupaten Ciamis masih bersetatus zona merah dan sedang dilaksanakannya PPKM bersekala mikro. Maka kita rutinkan operasi yustisi ini” imbuhnya.

Lanjut Aipda Efendi, dirinya bersama satgas Covid-19 Desa Sidaharja tidak segan-segan berikan sanksi pada masyarakat yang lakukan pelanggaran prokes.

“Kita berikan sanksi teguran bagi setiap warga pelanggar prokes dan kita beri masker secara gratis. Tapi inti pointnya adalah edukasi pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjalkan prokes” imbuhnya.

Edukasi yang disampaikan pada warga, Aipda Efendi berharap masyarakat Desa Sidaharja untuk lebih mempedomami prokes serta membiasakan hidup, agar pandemi covid-19 cepat berlalu.

Dia juga berharap, dengan adanya Kepmen nomor 03 tahun 2021. Ada empat bidang yg dapat di gulirkan dana desa yaitu : pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung.

“Empat pokok bidang tersebut sudah mencakup segala sesuatu yg dibutuhkan dalan kesatgasan covid di tingkat desa” terangnya

“Dibidang penanganan, satgas desa juga harus menyiapkan perencanaan langkah penangana yang di awali dari disiapkannya ruang atau tempat isolasi yang memenuhi syarat atau ketentuan, selanjutnya ke siapan untuk pelaksanaan traking, test dan treatment ( 3 T ) yang berkordinasi dengan petugas kesehatan / puskesmas” tandas Aipda Efendi.
(Chepi)

Editor : Cemoy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here