Sergapreborn Pangandaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran menjadi sorotan setelah Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengingatkan adanya potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya.
Peringatan itu disampaikan menyusul besarnya anggaran yang digelontorkan untuk mendukung program pemenuhan gizi bagi pelajar tersebut.
Jeje yang juga mantan Bupati Pangandaran menilai, program dengan cakupan luas dan dana besar sangat rawan terjadi praktik korupsi apabila pengawasan di lapangan tidak dilakukan secara ketat. Ia menyoroti kemungkinan terjadinya ketidaksesuaian harga bahan pangan, kualitas makanan yang tidak layak atau basi, hingga kandungan gizi yang tidak memenuhi standar bagi para penerima manfaat.
Menurutnya, siapa pun yang terlibat dalam pengelolaan program harus memastikan setiap tahapan berjalan transparan dan akuntabel. Ia menegaskan, kader PDI Perjuangan tidak terlibat dalam pengelolaan teknis MBG, namun pihaknya berkomitmen mengawal pelaksanaan program melalui jalur legislatif maupun eksekutif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.
“Program ini menyangkut hak anak-anak sekolah untuk mendapatkan asupan bergizi. Jangan sampai anggaran besar justru membuka celah bagi oknum yang ingin mengambil keuntungan,” ujarnya.
Jeje juga mengajak masyarakat, khususnya lingkungan sekolah dan orang tua siswa, untuk aktif melakukan pengawasan. Ia membuka ruang bagi warga yang menemukan kejanggalan dalam distribusi maupun kualitas makanan agar segera melaporkan kepada pihak berwenang.
Ia menekankan, keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada pengawasan pejabat, tetapi juga partisipasi publik sebagai garda terdepan. Dengan keterlibatan masyarakat, diharapkan setiap rupiah anggaran negara benar-benar sampai dalam bentuk makanan bergizi yang layak dikonsumsi siswa.
Program MBG di Pangandaran sendiri bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah serta mendukung tumbuh kembang generasi muda. Namun, pengawasan yang konsisten dinilai menjadi kunci agar tujuan tersebut tercapai tanpa penyimpangan. (Ris/Ato)
