Jakarta

KERIS
(Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta)
Gelar Buka Puasa Bersama Laksamana Madya TNI (Purn) DR. Mochammad Jurianto, SE., M.M
dan Hj. Lily Wahid

SERGAPREBORNJakarta, Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta (KERIS) mengadakan Buka Puasa Bersama Laksamana Mayda TNI (Purn) Dr. Mochamad Jurianto. SE Dan Hj. Lily Wahid dengan nuansa tema “Bersatu & Tangguh Ekonomi Rakyat Unggul Di Negeri Sendiri” dan dimana acara bukber tersebut diadakan di Pondok Gede Center, Cempaka Putih Jakarta pada hari Rabu, 6 April 2022.

KERIS yang diketuai oleh Dr. Ali Mahsun Atmo mengundang dalam acara buka puasa bersama selain para pengurus KERIS dan Wartawan Electronik, adapun juga narsum yang akan membawa pesan Ramadhan dalam Ekonomi Rakyat Indonesia di bulan Ramadhan yaitu : Lakmana Mayda TNI (Purn) Dr. Mochamad Julianto, Hj. Lily Wahid , Hery Haryanto, Dr. H Sudarto, Dobbie Sianturi, Hj. Chandra Manggih Rahayu, Dr. Hasan Basri dan Anam Anshori.

Dalam wawancara Dr. Ali Mahsun Atmo dengan Wartawan Elektronik bahwa :

“Kepada pemangku Republik baik pemerintah maupun swasta dan juga kepada dunia global bahwa Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta (KERIS) merupakan sebuah organisasi ekonomi rakyat yang keanggotannya adalah lembaga organisasi ekonomi rakyat, organisasi bantuan hukum juga media. Kita berharap seluruh kekuatan potensi ekonomi rakyat mampu dikelola dengan baik dan benar based on economy bisnis yang profesional melalui sebuah politik ekonomi rakyat KERIS yang dikomandani oleh saudara Heri Hariyanto sebagai CEO.

Kalau ini terkelola dengan baik, benar, dan profesional akan menjadi kekuatan yang sangat besar. Saya sudah 11 tahun memimpin pedagang kaki lima di tanah air dan pernah menyampaikan di sektor kredit itu tidak kurang 9.750 triliun per tahun, belum kita bicara hulu petani dan nelayan, home industri. KERIS ini merupakan sebuah payung atau rumah ekonomi rakyat di seluruh tanah air dan yang ada diluar negeri.

Fungsinya adalah memberikan perlindungan, pengayoman, dan mengkanalisasi berbagai masalah tantangan dan hambatan yang dihadapi ekonomi rakyat khususnya menyongsong one world digital economy. Intinya Pak Jendral kami ingin ekonomi rakyat tegak lurus di kaki sendiri dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Unggul menghadapi era apapun oleh karena itu KERIS bertekad bulat selalu ditengah merangkul semua kekuatan domestik maupun global.

Berpondasi bhinneka tunggal ika, untuk itulah konggres pertama ekonomi rakyat kita gelar kamis 24 maret 2022 yang lalu. Hari ini kami umumkan ke Publik bahwa ketum KERIS memberikan amanah kepada saudara Heri Heriyanto sebagai CEO holding ekonomi rakyat. Kepada Ibu Hajjah Wahid sebagai ketua dewan pembina nasional KERIS. Dan kepada Bapak Laksamana Madya Muhammad Juriyanto tetangga sendiri di Mojokerto untuk ketua dewan penasehat nasional KERIS. Kita akan rangkul semua kekuatan, kita ingin bersama pemerintah dan elemen bangsa yang lain agar rakyat hidup sejahtera dan negeri ini adil dan makmur di ridhoi ALLAH”, tutupnya.

Begitu juga Laksamana Mayda TNI (Purn) Dr. Mochamad Julianto mengatakan bahwa : “Seperti yang dikatakan oleh ketua umum yang lalu bahwa kita ini sebuah organisasi tidak hanya sekedar mengkoordinir tetapi juga untuk membina. Kemudian untuk memberdayakan sekaligus menyatukan para pengusaha kelompok ekonomi menengah kebawah, supaya bisa tumbuh bersama – sama, berkembang bersama – sama dalam kapasitas ekonomi. Karena basis dari ekonomi Indonesia ini adalah ekonomi menengah kebawah.

Dikala kita menghadapi krisis seperti apapun kalau terbukti bahwa pondasi ekonomi menengah kebawah ini tetep kokoh kita tidak tergoyahkan oleh gelombang krisis ekonomi. Jadi kedepan kita akan merangkul semua pihak untuk melanjutkan usaha-usaha menengah kebawah dinaungan organisasi KERIS. Kita menyusun suatu perencanaan strategis untuk jangka panjang, menengah, pendek. Rencana ini harus singkron dengan rencana pembangunan nasional”, tutupnya.

Herry Haryanto Azumi sebagai CEO Holding Ekonomi juga menyampaikan bahwa : “Target awal kita ingin semua anggota yang bergabung didalam KERIS ini mengalami kemajuan dan perubahan – perubahannya ke arah kemajuan di tahap pertama dengan pendapatan naik. Meskipun dalam situasi perkonomian nasional dan global yang masih belum memungkinkan tapi tetep kita targetkan ke arah jangka pendek dan jangka menengah kita menuju sebuah ekonomi rakyat yang maju dan sejahtera dan merata di seluruh Indonesia. Maupun jangka panjang jelas kemakmuran dari hilir ke hulu bisa kita capai dengan kebersamaan ini Insya Allah kita bisa karena tujuan baik dan mulia ini saya yakin akan mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Sedangkan KERIS ini didirikan oleh 117 Asosiasi dan secara amanat konggres kita akan mengurus kepengurusan di level provinsi namanya DPW dan DPD. Ini adalah upaya dari kita untuk melengkapi struktur nasional kita. Agar terciptanya kontribusi yang maksimum kita juga bisa ditengah sebagai jembatan gap antara rakyat dan pemangku kepentingan.

Karena amanah konggres baru terbentuk kemarin kita sedang mempersiapkan struktur nasional kami secara umum terpilih sedang menyiapkan rapat formatur struktur. Dari sana kita akan bergerak menyiapkan deklarasi-deklarasi di semua Provinsi.

Terkait juga dengan adanya Pemerintah yang memberikan subsidi BLT 300 ribu dalam 3 bulan bagi masyarakat miskin bahwan pandangan KERIS terkait BLT 300 ribu untuk 3 bulan sebenarnya itu baik-baik saja sepanjang itu tercapai targetnya tepat sasaran sebagaimana arahan dari Presiden agar ini tepat sasaran. Hal ini sangat serius dan data itu sangat penting. Data yang ada di pemerintah belum tentu sesuai dengan yang ada di lapangan itulah singkronisasi data.

Kami di KERIS ingin sekali membantu pemerintah dalam hal singkronisasi data tersebut supaya tidak terjadi gap dan kesenjangan sosial”, tutupnya.
(HAR)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button