Kalimantan Tengah

Pensiunan Polisi Terjerat Sabu Banyak Berikan Jawaban tak Nyambung

Sergapreborn, Sampit – Kalteng

Tersangka Narkoba, jenis sabu-sabu. Hiskam Zulkarnain usai mendengarkan keterangan saksi saat dipersidangan Pengadilan Negeri Sampit, Senin, 09/08/2021, langsung memberikan keterangannya di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Edi Rosadi dan jaksa I Made Gunadi.

Namun yang sangat membuat majelis hakim geleng-geleng kepala terdakwa dalam keteranganya itu, ada beberapa keterangan terdakwa yang tidak nyambung.

Terutama saat ditanya apakah benar pernah dirinya pernah diperiksa oleh penyidik. Terdakwa sempat mengaku tidak pernah dan hanya pernah diperiksa oleh anggota Satlantas Polres Kotim.

Saat ditegaskan lagi kepadanya, dia baru membenarkan kalau pernah diperiksa oleh penyidik namun diakui terdakwa tidak di kantor polisi melainkan pemeriksaan itu dilakukan di kediamannya di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan.

Tidak hanya soal itu dia juga sempat ditanya apakah ada menunjukkan bukti-bukti surat oleh majelis hakim, terdakwa mengaku tidak ada mengajukan surat itu.

Hingga akhirnya hakim memerintahkan Jaksa untuk membacakan sejumlah surat kesehatan hasil pemeriksaan terdakwa dari rumah sakit dr Murjani Sampit, serta surat dari Badan Narkotika Nasional yang menyebutkan terdakwa korban penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu.

Dalam keterangannya terdakwa mengaku diamankan pada Kamis, 24 Juni 2021 pukul 18.45 Wib di Teras PLN UPP KITRING KALBAGTENG Jalan Suprapto Kelurahan MB Hilir, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Darinya ditemukan narkotika jenis sabu sebanyak 1 paket, alat hisab sabu, 3 korek api gas dan pipet kaca, yang diakuinya itu miliknya sendiri.

“Sabu itu saya beli dengan harga Rp 1 juta,” kata oknum pensiunan polisi itu.

Dari pengakuannya terdakwa mengaku sudah 2 tahun menggunakan sabu, di mana dalam kasus ini terdakwa tidak ditahan dan kini berstatus sebagai tahanan kota,
pungkasnya.
(K/Sr)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button