Jambi

Persiapan SMA Negeri 2 Sungai Penuh Dalam Rangka Menghadapi Proses Belajar Mengajar Tatap Muka

Kota Sungai Penuh.- Sergapreborn

Masa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan masyarakat dan anggaran belanja dan pembiayaan, salah satunya dalam dunia pendidikan. Semua anggaran terpotong untuk penanganan Covid-19, walaupun dengan anggaran yang minim SMA Negeri 2 Sungai Penuh Provinsi Jambi berusaha maksimal untuk proses belajar mengajar.

SMA Negeri 2 Sungai Penuh merupakan sekolah favorit di kota Sungai Penuh dan salah satu misinya yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan ( IMTAQ ) kepada Tuhan Yang Maha Esa. Meningkatkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, efektif dan efisien. Serta meningkatkan prestasi dalam bidang akademik ( kelulusan, nilai ujian nasional dan jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi ), dalam bidang olahraga dan seni. Guna tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Kepala sekolah SMA Negeri 2 Sungai Penuh Syahdanur Gusmin R, S.Pd.,MM saat ditemui awak media Sergapreborn ( 3/2/2021 ) mengatakan “Bahwa program kerja pada tahun 2021 ini adalah yang prioritas sekarang adalah menyiapkan prasarana protokol Covid-19 dalam rangka persiapan menghadapi tatap muka, tinggal menunggu izin dari Gubernur untuk tatap muka ditingkat SMA,SMK dan SLB seprovinsi Jambi. Semua persiapan untuk prasarana protokol kesehatan seperti wastafel didepan kelas-kelas, sabun cair, masker dan pengukur suhu sudah 4tersedia. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi telah melakukan kunjungan langsung untuk melihat kesiapan SMA Negeri 2 ( 20/1/2021 ) serta didalam data siap Kemendikbud sekolah kita sudah bisa melaksanakan tatap muka.”

” Selama satu tahun ini sekolah melaksanakan Daring dan banyak kendala yang dihadapi, dari segi siswa ada yang tidak bisa mengikuti Daring, paket internet walaupun dibantu masih kurang dan ada yang tidak bisa dipakai, dan kemudian guru tidak bisa memantau siswa. Penilaian yang diberikanpun tidak objektif karena masalahnya siswa diberikan tugas atau ujian tidak melaksanakan sendiri tapi dibantu atau bisa mereka melihat geogle jadi tidak maksimal dalam pelajaran.” Ungkap nya

” Dari segi guru dalam proses Daring kesulitannya adalah tugas guru jadi bertambah dengan membuat pelaporan Daring bukan sekedar mengajar saja, pemeriksaan tugas siswa juga bermasalah karena penyimpanan banyak data dalam seluler mengakibatkan lambat serta jaringan internet yang sering buruk menjadi kendala, guru dan siswa banyak yang tidak saling kenal seperti siswa baru, beda dengan proses belajar secara tatap muka.” Lanjut nya.

Syahdanur Gusmin, S.Pd.,MM menyatakan juga ” Semoga masalah Covid-19 cepat berakhir sehingga keadaan normal dan proses belajar mengajar bisa kembali. Dan kami dari SMA Negeri 2 dapat melaksanakan visi, mewujudkan peserta didik berkarakter, unggul, terampil, berwawasan lingkungan dan global.”

( EKA )

Sergapreborn

Menegakan Kebenaran Demi Hukum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button