Pangandaran

Program Pamsimas Di Wilayah Kab Pangandaran Mulai Pengerjaan

Pangandaran sergapreborn

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah menjadi salah satu program andalan nasional (Pemerintah dan Pemerintah Daerah) untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat.

Program Pamsimas I yang dimulai pada Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2012 dan Pamsimas Il dari Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2015 telah berhasil meningkatkan jumlah warga miskin perdesaan dan pinggiran kota yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi, serta meningkatkan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat di sekitar 12.000 desa yang tersebar di 233 kabupaten/kota.

Untuk terus meningkatkan akses penduduk perdesaan dan pinggiran kota terhadap fasilitas air minum dan sanitasi dalam rangka pencapaian target Akses Universal Air Minum dan Sanitasi dan target SDGS, Program Pamsimas dilanjutkan pada Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2020 khusus untuk desa-desa di Kabupaten.

Program Pamsimas III dilaksanakan untuk mendukung dua agenda nasional untuk meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan, yaitu (1) 100-100, yaitu 100% akses air minum dan 100% akses sanitasi, dan (2) Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Sebagai pelayanan publik yang mendasar, berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pelayanan air minum dan sanitasi telah menjadi urusan wajib Pemerintah Daerah.

Untuk mendukung kapasitas Pemerintah Daerah dalam menyediakan layanan air minum dan sanitasi yang memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), Program Pamsimas berperan dalam menyediakan dukungan finansial baik untuk investasi fisik dalam bentuk sarana dan prasarana, maupun investasi non-fisik dalam bentuk manajemen, dukungan teknis, dan pengembangan kapasitas.

Program Pamsimas dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui keterlibatan masyarakat (perempuan dan laki-laki, kaya dan miskin, dan lain-lain) dan pendekatan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.

Kabupaten Pangandaran adalah salah satu pelaksana program Pamsimas anggaran APBN 2021 yang di bagi beberapa Desa seperti Desa Sindangjaya, Karangmulya,Padaherang,Ciganjeng,dan Desa Kersaratu. Dari ke 5 Desa yang sedang melaksanakan program Pamsimas dikelola masing- masing KKM.

Beberapa KKM yang ditemui tim media mengatakan, dengan berbagai penjelasan tentang dukungan dana dari APBDes minimal sebesar 10% dari nilai RKM untuk kegiatan fisik yang sifatnya pengembangan atau tambahan cakupan pelayanan untuk Desa Baru, Desa Peningkatan dan Desa Perluasan, namun sampai saat ini belum menerima dana dukungan tersebut, sedangkan Alokasi APBDesa untuk merupakan bentuk komitmen dari pemerintah desa dalam melayani warganya di bidang air minum dan sanitasi.

Kontribusi masyarakat untuk pengembangan desa regular, minimal sebesar 20% dari total RKM, dalam bentuk tunai (in-cash) minimal 4% dan tenaga kerja/material (in-kind) minimal 16%, yang merupakan dana pendukung bagi pembiayaan kegiatan yang dibutuhkan oleh masyarakat, direncanakan oleh masyarakat dan dituangkan di dalam RKM, itu juga diduga akan sulit didapat, sedangkan Kontribusi masyarakat harus sedapat mungkin menjangkau seluruh warga desa dengan tujuan pelayanan air minum dan sanitasi menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dan membutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat desa serta bukan hanya tanggung jawab warga di wilayah yang terlayani saja (dusun).

Dalam hal itu,Kontribusi masyarakat dimaksudkan sebagai wujud dari komitmen membangun rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap kegiatan maupun hasil kegiatan yang dilakukan masyarakat sendiri.

Kendati demikian ke 5 KKM yang tertulis di atas ketika di temui satu per satu oleh tim media mengatakan, dengan adanya program Pamsimas sangat mendukung bagi kesehatan masyarakat.” Kami sangat berterimakasih dengan adanya program Pamsimas ini yang sangat mendukung bagi kesehatan masyarakat, dan juga mungkin di kala musim kemarau tidak akan lagi kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.

Harapan dari KKM agar Kepala Desa segera merealisasikan dukungan baik berupa matrial maupun materi agar program tersebut berjalan dengan lancar. ( HM )

Sergapreborn

Menegakan Kebenaran Demi Hukum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button