Kalimantan Tengah

Puluhan Warga Kampung Melayu Tuntut Ganti Rugi Proyek PSR Gusur Lahan Milik Warga

Sergapreborn,Katingan -Kalteng

Merasa lahan digusur tanpa izin pemilik ahirnya puluhan warga Desa Kampung Melayu Kecamatan Mendawai Kabupaten Katingan Propinsi Kalimantan Tengah ( KALTENG ) tuntut ganti rugi.

Informasi yang diperoleh Wartawan Sergapreborn,dilapangan kepada warga yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengarakan, permasalahan ini sebelumnya sudah pernah dilakukan jalur mediasi atas penggusuran lahan milik warga,namun tampaknya membuahkan hasil,dan kesanya menghindar dari masalah tersebut, bahkan mereka malah menganggap kalau lahan tersebut aset milik desa, bukan milik warga,saya berbicara ini berdasarkan surat tanah yang saya pegang bukan asal bicara , atas dasar Surat Pernyataan Penguasaan Tanah (SPPT) yang dikeluarkan oleh Kepada Desa Syahwani.B pada tahun 2008 ,dimana tanah tersebut terletak di Mendawai seberang, selain itu juga ada beberapa Surat Pengakuan Tanah ( SPT ) yangdimiliki warga , dikeluarkan oleh Kepala Desa Melayu, pada tahun 1986, Tajelik, yang diketahui oleh Camat Katingan Kuala DRS.Tadjudinnor, dengan Nip.010076927, belum lagi ada beberapa tanah milik warga yang legal stendingnya sudah memiliki tanda bukti Sertifikat, bahkan masih banyak bukti-bukti lain surat tanah yang dimiliki warga akan kita kumpulkan, apakah itu kurang sah demi hukum, yang jelas dengan adanya permasalahan ini selain kami minta ganti rugi atas lahan saya yang kena gusur, juga meminta kepada pihak yang terkait menindaklanjuti sesuai proses hukum yang berlaku”,kata warga.

” Masyarakat dengan kejadian ini merasa dibingungkan karna ada
program Peremajaan Sawit Rakyat ( PSR ) disini tidak pernah diberi tau oleh pihak kelompok tani,tiba-tiba banyak lahan masyarakat yang digusur habis, setelah saya mencari tau didalam program PSR,tersebut yang mengerjakan adalah Kelompok tani Melayu Mandiri, yang diketuai oleh Yanto alias Ayus.dan Kelompok tani Melayu Sejahtra.”kata warga.

” Sementara Yanto ,alias Ayus , Ketua Kelompok tani, yang juga sebagai pemborong Peremajaan Sawit Rakyat ( PSR ) ketika dikonfirmasi via telepon seluler, beberapa hari yang lalu mengatakan, pihaknya mengakui kalau kelompok tani Melayu Mandiri ,tersebut saya yang menjadi ketua kelompok taninya, selain itu juga saya sebagai pemborong pekerjaan itu, karna sejak awal saya yang mengajukan bersama kepala desa, sudah sewajarnya kalau saya yang memborongnya, kata Ayus.
Memang pada saat program dilaksanakan itu sudah ada masalah dengan hak kepemilikan lahan warga ,namun tidak semuanya tanah tersebut memiliki legalitas surat menyurat apalagi didalam surat itu ada yang memiliki luasan tanah sampai 7 hektar, kan tidak masuk akal,kalau memang dalam program ini terkena lahan masyarakat yang kita kembalikan kepada mastarakat, dan saya sedikitpun tidak ada niat mau ambil tanah warga, saya melaksanakan program ini atas persetujuan Kades ,selain itu juga Kades mengatakan disitu tidak ada lahan warga ,semuanya itu aset Desa ,tutur Ayus.

Saya mengerjakan program PSR ini kerja sama dengan Kepala Desa ,kalau memang diantara masyarakat ada yang tidak terdaftar dalam PSR itu dan ada laham milik warga yang kena gusur , saya akan kembalikan kepada pemiliknya, kata Ayus ,kepada Wartawan Sergaprebirn.

(Kar )

Sergapreborn

Menegakan Kebenaran Demi Hukum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button