Beranda Opini Nasional PENYELESAIAN SENGKETA ANTAR NEGARA PBB

PENYELESAIAN SENGKETA ANTAR NEGARA PBB

39
0

Sergapreborn Opini Nasional

ditulis
Sultan Patrakusumah VIII

Saat ini PBB Perserikatan Bangsa Bangsa /
United Nation, frasa Pembukaan “Semua pria Sama, tetapi kebajikan Membuat perbedaan
Status kehidupan Dan Jabatan Atau Tempat Tinggal
Tanah yang Umum Sebagai kelahiran Pria Wanita dan sebagai Identitas Kebangsaan Dalam Mengimplementasikan Makna masing-masing Negara Itu Sangat bervariasi dalam Pola pikir kehidupan budaya Dan Cara hidup Berdasarkan Ciri khas Semua Manusia Pada Dasarnya ingin kehidupan Yang Sejahtera Dan Memiliki Perdamaian secara Umum,

Semua Manusia Memiliki pengetahuan dan ide untuk Merumuskan sistem Dalam menerapkan hukum Di masing-masing negara Yang digabungkan Menjadi satu Kesatuan Sebagai Nilai hukum Kebangsaan Dalam kehidupan bernegara
Pemahaman umum Dalam Aturan kehidupan tertinggi Selain hukum Negaranya Adalah Merupakan hukum Tertinggi Yaitu Hukum Internasional apa pun
perselisihan antar negara Seyogianya Selesai Ken Dimeja Perundingan Atau yang dikenal dengan pengadilan internasional
Dan Saya Meminta Semua Negara Tidak Saling menyalahkan Tetapi Jadilah Pasilitas Untuk Meredakan kedua belah pihak Yang Bersengketa
Dan dibawah ini
Saya Mengutip
Sikap Indonesia berdasarkan Berita dari Detik Com
Mengomentari
Tentang Tragedi Yang Terjadi Saat ini
Antara Rusia Dan Ukraina
Sebagai Berikut:

Di sesi khusus darurat Majelis Umum PBB, Indonesia mengkritik aksi militer di Ukraina. Tanpa menyebut ‘Rusia’, tentu saja semua orang tahu pihak yang melakukan aksi militer di Ukraina adalah Rusia. Negeri Beruang Merah diprediksi tak bakal senang terhadap sikap RI di PBB.
“Kenapa RI bilang serangan ke Ukraina tidak dapat diterima? Pasti Rusia tidak akan senang ini. Kita dianggap mengekor AS,” kata guru besar hukum internasional serta Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani, Profesor Hikmahanto Juwana, kepada detikcom, Selasa (1/3/2022).

Baca juga:
Di Markas Besar PBB, Indonesia Dorong Solusi Damai di Ukraina
Sejak awal, Hikmahanto menilai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 24 Februari adalah pernyataan yang paling baik, yakni meminta perang disetop karena menyengsarakan umat manusia dan membahayakan dunia. Pernyataan Jokowi tidak menyebut nama negara Rusia maupun Ukraina.

Namun Kementerian Luar Negeri RI dinilainya berbeda dengan pernyataan Jokowi. Kemlu RI, yang terbaru lewat perwakilannya di PBB, dengan jelas menyebut negara, yakni Ukraina, sebagai pihak yang diserang secara militer.

“Indonesia harus memberi alternatif tanpa men-judge siapa yang salah atau benar. Kalau RI menyebut serangan ke Ukraina tidak dapat diterima, kita sudah men-judge. Padahal Presiden Jokowi mengemukakan ‘setop perang’ tanpa men-judge serangan ke siapa, oleh siapa, dan apa alasannya,” tutur Hikmahanto.

Baca juga:
Di Sidang DK PBB, Singapura Tegas Kecam Rusia yang Serang Ukraina
Hikmahanto mengulas soal aksi Rusia ke Ukraina. Rusia menyebut aksi itu sebagai ‘operasi militer’. Duta Besar Rusia di PBB menyatakan tujuan operasi itu untuk melindungi rakyat yang sudah delapan tahun menderita oleh genosida yang dilakukan rezim Ukraina. Kata pihak Rusia, ini tidak sesuai dengan Artikel 51 Piagam PBB, yang menjamin soal ‘hak membela diri’ dari serangan bersenjata.

“Saya tidak berpihak ke Rusia atau Ukraina. Keberpihakan saya sama seperti Presiden Jokowi bahwa perang harus dihentikan,” kata Hikmahanto.

Baca juga:
Jokowi: Setop Perang, Itu Menyengsarakan Umat Manusia!
Sikap Indonesia harus terjaga tanpa menyalahkan salah satu pihak. Dengan posisi itu, Indonesia dapat membuat alternatif resolusi Majelis Umum PBB yang berbeda dengan rancangan Amerika Serikat (negara NATO pro-Ukraina) dan Rusia. Intinya, jalan damai perlu terus diupayakan dan kekerasan harus disetop.

“Jadi saya sayangkan pidato Wakil Tetap RI di PBB seperti itu,” kata Hikmahanto.

Baca juga:
Norwegia Unggah Daftar Negara PBB yang Kecam Invasi Rusia, Kok RI Tak Ada?
Pakar dari Program Studi Rusia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, Reynaldo De Archellie, berkomentar berbeda. Menurutnya, respons Indonesia terhadap konflik Rusia vs Ukraina itu sudah tepat. Indonesia tetap menjaga prinsip politik luar negeri bebas aktif. Namun, soal potensi sikap Rusia terhadap Indonesia setelah ini, Rusia dinilainya bakal mempertimbangkan dengan cermat.

“Rusia memiliki pertimbangan diplomatis dalam respons baliknya. Melihat kecenderungan saat ini, dan memperhatikan posisi strategis Indonesia sebagai mitra strategis Rusia di kawasan Asia Tenggara, kemungkinan besar Rusia akan memberikan respons yang normatif saja, sesuai dengan code of conduct diplomasi,” kata Archel saat dihubungi terpisah.

Baca juga:
Guru Besar UI Nilai Cuitan Jokowi Tak Sebut Rusia Tepat, Kritik Tweet Kemlu
Rusia dan Indonesia bakal tetap saling menghormati. Kepentingan jangka panjang adalah hal yang lebih penting ketimbang kepentingan jangka pendek.

“Indonesia karena saya yakin RI dan Rusia sama-sama menghormati sebagai sahabat lama dan memikirkan kepentingan bilateral jangka panjang yang jauh lebih penting,” ujarnya.

Pernyataan RI di PBB
Dalam sesi khusus (emergency special session) PBB di New York, Wakil Tetap RI untuk PBB, Arrmanatha Nasir, menyampaikan bahwa Indonesia mendorong solusi damai di Ukraina. Indonesia mengkritik aksi militer di Ukraina, tanpa menyebut nama ‘Rusia’, meski semua orang tahu Rusia adalah yang saat ini melakukan invasi ke Ukraina .
Dikutip dari Detik News

Saya Menyikapi
Kata kata Presiden Jokowi Diatas dalam bahasa diplomat Samadengan Artinya APREASEMENT Sama Seperti Nazi Serbu Polandia 1941 Artinya tidak Menghalangi Kebijakan Untuk
expansi.
Sementara NATO Belum Taruh Pasukan Diukraine=No Action Talk Only
nyatanya NATO Tidak Mau Kirim Pasukan Ke Ukraine Cuma Mau Dagang Senjata Artinya Perang Itu Tidak Diinginkan Kalau Rusia Dipaksa tentu Lain Cerita pendapat Saya .Semua karena Keuangan Semua Negara Dalam Keadaan Inplasi /Deficit Istilah Amerika Dan EU menciptakan Suasana Untuk Mengalihkan Masalah Sebenarnya Yaitu Keuangan .

Dan dampaknya Ekonomi Negara Ukraine Babak Belur jelas Akan Memiliki Hutang Lebih Banyak
Yang Dampaknya Akan Merusak Dan Menekan Pajak Rakyat Dan Tentu Ada Orang Yang Diuntungkan Dibalik Terjadinya Perang
Maka Saya Minta Rakyat Ukraina Harus Sadar Dan Bangkit Disini Ada Oknum Kejahatan Politik / Penjahat Yang Lebih Besar Dibalik Terjadinya Perang Ini Yang Cari Untung Dan Diuntungkan .Juga saya Menduga Upaya Mengalihkan Permasalahan Pertanggung Jawaban Keuangan Global Akhir Bulan Maret 2022.
Demikian

Pasir kolotok
Selaco international Federation
2 Maret 2022
ROHIDIN SH PK VIII

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini