Sergapreborn Bandung – Menjadi pelatih Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan hanya tentang melatih baris-berbaris, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan kekompakan para anggota.
Komitmen tersebut terus dijalankan oleh para pelatih Paskibraka Kota Bandung dalam membina calon pengibar bendera yang akan bertugas pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pelatih Paskibraka DPPI Kota Bandung, Naufal Daffa Colaiuta mengatakan, pengalamannya sebagai anggota Paskibraka menjadi alasan utama dirinya memilih menjadi pelatih.
Menurutnya, peran tersebut memberikan tanggung jawab besar untuk membimbing generasi muda agar terus berkembang.
“Dulu saya pernah berada di posisi mereka. Saat menjadi pelatih, saya baru merasakan bahwa tanggung jawabnya tidak mudah. Saya ingin melihat adik-adik bisa berkembang melalui Paskibraka,” ujarnya.
Menurut Daffa, tantangan terbesar dalam proses pembinaan adalah menyatukan peserta yang berasal dari berbagai sekolah dan latar belakang.
Melalui latihan yang konsisten, para peserta dibina untuk membangun kekompakan, saling percaya, dan bekerja sama demi mencapai tujuan yang sama, yakni menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih dengan baik.
Hal senada disampaikan Pelatih Paskibraka Kota Bandung, Diva Sania. Ia menuturkan, setiap peserta memiliki karakter yang berbeda sehingga membutuhkan kesabaran dan pendampingan selama proses latihan.
“Membina dan mengarahkan adik-adik agar dapat menjalankan setiap arahan dengan baik merupakan tanggung jawab kami sebagai pelatih,” katanya.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, para pelatih berharap nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan yang ditanamkan selama latihan dapat menjadi bekal bagi para anggota Paskibraka, tidak hanya saat menjalankan tugas kenegaraan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
(Mulyani)








