Sergapreborn.id Sukabumi –Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan mewarnai acara Syukuran dan Gathering Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Markas Cabang (Marcab) Kabupaten Sukabumi yang digelar di kawasan sejuk Taman Agro Wisata Gunung Wayang, Sukabumi.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Sukabumi, jajaran pengurus LMPI, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.
Ketua Marcab Laskar Merah Putih Indonesia Kabupaten Sukabumi,”Tedi Setiadi”, selaku tuan rumah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi dan syukuran organisasi, namun juga sebagai wujud nyata kepedulian sosial LMPI kepada masyarakat.
Dalam rangkaian acara, digelar “Tausyiah Keagamaan” yang memberikan siraman rohani dan penguatan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, serta keikhlasan dalam berjuang untuk masyarakat.
Puncak acara yang paling menyentuh adalah kegiatan “Santunan Anak Yatim dan Jompo sebanyak 700 orang” Ratusan anak yatim dan kaum jompo dari berbagai desa di Kabupaten Sukabumi tampak bahagia menerima santunan dan bingkisan kasih sayang dari keluarga besar LMPI.
Ketua APDESI Kabupaten Sukabumi dalam sambutannya memberikan “apresiasi setinggi-tingginya” kepada apa yang telah dilakukan oleh Pak Tedi Setiadi selaku Ketua Marcab LMPI Kabupaten Sukabumi.
> “Saya sangat mengapresiasi langkah luar biasa yang dilakukan oleh Ketua Marcab LMPI Kabupaten Sukabumi, Bapak Tedi Setiadi. Kegiatan syukuran yang dibalut dengan tausiyah dan santunan 700 anak yatim dan jompo ini adalah contoh nyata bahwa ormas itu harus hadir dan bermanfaat untuk rakyat. Ini adalah jiwa merah putih yang sesungguhnya. APDESI sangat mendukung dan sinergi ini harus terus kita jaga,” tegas Ketua APDESI Kabupaten Sukabumi.
Sementara itu, Tedi Setiadi mengatakan bahwa santunan ini merupakan bentuk rasa syukur atas eksistensi LMPI di Kabupaten Sukabumi dan komitmen untuk terus berkontribusi.
“Terima kasih kepada Ketua APDESI dan semua pihak yang hadir. LMPI adalah Laskar Merah Putih, darah kita merah putih. Kita ingin membuktikan bahwa kami ada untuk rakyat kecil, untuk anak yatim, untuk orang tua jompo kita. Jumlah 700 orang ini adalah awal, InsyaAllah ke depan akan lebih banyak lagi,” ujar Tedi Setiadi.
Acara ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, dan foto bersama di tengah hamparan kebun teh Gunung Wayang yang asri.
(Aom)







