Sergapreborn Internasional Serangan Keempat Amerika Serikat ke Iran dan Balasan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap Pangkalan di Tiga Negara; Ketegangan Meningkat di Teluk Persia
Pada tanggal 14 Juli, Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan berakhirnya gelombang keempat serangan besar-besaran ke Iran.
Pasukan Amerika Serikat, menggunakan pesawat, drone, dan kapal perang, menargetkan posisi-posisi Korps Garda Revolusi Islam (termasuk sistem rudal, pertahanan udara, dan fasilitas maritim) di dekat Selat Hormuz dan wilayah pesisir selama 7 jam.
Serangan ini bertepatan dengan dimulainya kembali blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam melancarkan operasi “Nasr-2” dan menargetkan sasaran-sasaran Amerika Serikat di tiga negara:
👉Kuwait (pusat logistik di Mina Abdullah, gudang, radar, dan sistem Patriot dan HIMARS),
👉Bahrain (infrastruktur Armada ke-5 Amerika Serikat, termasuk pusat komando, gudang, dan tangki bahan bakar),
👉Yordania (landasan pesawat tempur F-15, F-16, dan F-35, serta drone MQ-9 di pangkalan “Al-Azraq”).
Menurut laporan media Iran, sistem pertahanan udara Amerika Serikat di pangkalan “King Faisal” di Yordania tidak mampu mencegat sebagian besar rudal Iran.
🛰️ Sputnik Indonesia








