Opini Nasional

Dinasti Akidi Tio Ngeprank Tingkat Dewa!!

Opini Nasional

Opini Nasional – Sergapreborn

Oleh: Mukhlis el-Rifqi
(Penggiat Sufi Jalanan)

Malu sekali rasanya, bangsa Indonesia diprank sumbangan Rp 2 Trilyun oleh keluarga Akidi Tio. Ini ngeprank tingkat Dewa Mabuk yang tidak bisa ditentukan salah atau benarnya hoax sumbangan Rp 2 trilyun tersebut. Bayangkan kemana muka pejabat Kapolda Sumbagsel lewat Humas yang menyebarkan berita hoax sumbangan Rp 2 trilyun. Kini keonaran melanda negeri ini, apalagi buzzer Pakde Joko sebelumnya sudah nyinyir ke penyumbang Palestina.

Eh ternyata Akidi Tio yang mereka banggakan hanya ngeprank. Hancur sekali narasi mereka karena gagal mempermalukan umat Islam.

Menyebar berita bohong ini bisa dihukum seperti HRS yang dituduh bikin onar karena menyebar berita bohong soal swab Covid19. Ini karena menyangkut nama besar Kapolda Sumbagsel dipastikan bisa lolos dari tuduhan pasal apapun. Polisi yang berpangkat rendah saja di kasus KM50 saat ini masih bisa bernafas lega.

Kita tidak bisa bayangkan bagaimana reaksi Kapolda Sumbagsel dikibuli dan dipermalukan di depan publik sebagai perantara sumbangan Rp 2 T.

Para penyebar berita kedermawanan Akidi Tio akan sangat malu jika terbukti dinasti Akidi Tio hanya ngeprank. Apalagi sebelumnya merasa ikut menyampaikan kabar kedermawanan Akidi Tio.

Sekelas Dahlan Iskan pun bagai diludahi mukanya karena dia yang memviralkan sosok Akidi Tio. Seperti diketahui,
Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio dijemput langsung Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro ke Mapolda Sumsel Senin (2/8/2019).

Menurut info berbagai media, Heriyanti akan ditetapkan tersangka kasus uang hibah Rp 2 trilyun yang tidak benar.

Penjemputan ini memang belum jelas pasal yang disangkakannya Tapi pastilah untuk melindungi pejabat yang ditipu dengan hoax sumbangan Rp. 2 trilyun.

Ngeprank level dewa ini mempermalukan Kapolda Sumbagsel dan Gubernur Sumsel Herman Deru. Dua pejabat ini berdasarkan jejak digital telah ikut menyebarkan hoax duit 2 trilyun Akidi Tio.

Sama seperti HRS, dua pembesar di Palembang ini dapat dijerat pasal 14 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Bahkan, pembuat hoax dapat dituntut 10 tahun penjara. Wow luar biasa kelak HRS bisa ngopi bersama Wong Kito Galo.

Bagaimana dengan hoax yang lain Bos? Misalnya sebar hoax Rp. 11.000 Trilyun di Bank Swiss, hoax soal mobil SMK, hoax buy back Indosat, hoax tidak akan import, Hoax Bisa Kalajengking, hoax tidak akan utang. Apakah semua hoax ini bisa dijerat hukum Bos?

Kita ikuti sinetron Akidi Tio, sekilas ini bagaikan peristiwa pengalihan isu agar rakyat tidak ribut masalah bansos yang tidak merata. Maaf tuan Bos, ini tulisan dilindungi UU kebebasan berpendapat Bos!

(***)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button