Lampung

Jalan Ruas Sukanegara-Merbau Mataram Ini Kata Hariyansyah Ketua DPD FPK Lampung : Lapen Rusak, Kok Tetap Di Gelar Hotmix

Sergapreborn Lamsel Pembangunan peningkatan jalan ruas Sukanegara – Merbau Mataram tahap II yang menelan anggaran dari dana APBD Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021 sebesar Rp 1.062.051.241dan dikerjakan oleh Cv. Jenggirat Tandang diduga dikerjakan asal asalan.

Dari hasil pantauan media dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di lokasi pekerjaan proyek, data tahapan demi tahapan mulai dari proses Lapisan Penetrasi (Lapen) hingga Hotmix ditemukan banyak ketidak sesuaian dalam pengerjaan proyek pembangunan peningkatan jalan ruas Sukanegara – Merbau Mataram tersebut.

Hariansyah selaku ketua, DPD Front Pemantau Kriminalitas (FPK) Provinsi Lampung mengatakan, ” Kami selaku sosial kontrol suka heran dengan rekanan rekanan proyek yang masih saja mengerjakan proyek dengan cara yang asal jadi, bagaimana nantinya mutu dan kualitas jalan tersebut bisa bagus, kalau kerjanya asal jadi begitu, ” Ungkap Hari, Minggu (19/12).

Dia menambahkan bahwa mulai dari proses pekerjaan Lapisan Penetrasi (Lapen) dikerjakan asal asalan, sebab dari hasil investigasi tim dilapangan ditemukan Lapen yang baru berumur seminggu mengalami kerusakan.

” Lapisan Penetrasi (Lapen) Macadam itu jenis yang dipakai pada paket kegiatan peningkatan jalan ruas Sukanegara – Merbau
Mataram tersebut. Seharusnya jika mereka (rekanan/kontraktor) mengerjakan sesuai dengan metode pelaksanaan yang tertera dalam kontrak atau RAB, tidak ada alasan dalam waktu seminggu bisa rusak terkecuali jalan tersebut memang dilalui mobil yang bermuatan berat.

” Fakta dilapangan baru berumur seminggu saja sudah rusak itu Lapen, parahnya lagi kami selaku sosial kontrol sudah berupaya untuk menegur pihak rekanan agar segera di perbaiki, tapi mereka terkesan mengabaikan teguran kami, mereka tetap menggelar laston lapis aus AC-WC dengan mengabaikan perbaikan lapen, ” Ujar Hari heran.

Hari melanjutkan, ” waktu itu kami tinjau kamis tanggal 16 desember sore, sekira pukul 14. 42 kami cek kelokasi pekerjaan, mereka memaksakan menggelar laston lapis aus AC-WC dalam keadaan existing tidak dibenahi lagi, beberapa spot lapen yang rusak hanya ditimbun batu. Jelas dalam waktu dekat aspal tersebut akan rusak retak dan amblas, ” Lanjutnya.

Menurut Hari, Kemungkinan besar pelaksana dan tim pengawas tidak memahami Surat Edaran Dirjen Bina Marga Nomor 16.1/SE/Db/2020 tentang spesifikasi umum bina marga untuk pekerjaan kontruksi jalan dan jembatan.

” Mungkin pelaksana dan tim pengawas tidak memahami Surat Edaran Dirjen Bina Marga Nomor 16.1/SE/DB/2020 tentang
spesifikasi umum bina marga untuk pekerjaan kontruksi jalan dan jembatan.

” Apalagi mereka mengerjakan aspal setelah cuaca hujan, ini jelas ada yang salah bagaimana bisa pihak PPK atau direksi tekhnis memberikan izin untuk menggelar aspal dalam keadaan cuaca setelah hujan dan lapen yang rusak. Apakah hal itu, tidak mengurangi kwalitas aspal. Karena tampak genangan air diatas jalan lapen tersebut, saya kira itu dapat mengurangi kwalitas aspal, ” kata Hari.

Ditanya langkah apa yang akan di tempuh pihaknya (Hari. red) mengatakan, akan melaporkan pekerjaan proyek ini ke kajaksaan tinggi Lampung.

” Langkah yang akan kami ambil, melaporkan hal ini ke (Kejaksaan Tinggi Kejati) Lampung. Kami sudah mendapatkan data data lengkapnya mulai dari awal proyek tersebut, dan dalam hal ini bukan hanya lembaga kami saja yang akan melaporkan, dari Gerakan Nasional Pengawasan (GNP) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juga akan ikut melapor, ” tegas Hari.

Terpisah Kepala Divisi (Kadiv) Intellejen DPW GNP Tipikor Provinsi Lampung, Wayan Bayu mengatakan, ” Jelas ini harus dilaporkan, kemarin saya turun langsung. Dan melihat keadaan proyek yang dikerjakan asal jadi itu. Kami akan mendukung FPK dan kami akan melakukan koalisi untuk melaporkan kecurangan kecurangan pihak rekanan proyek tersebut, ” Ungkap Wayan.

Sementara itu, Adi Supriadi selaku PPK proyek peningkatan ruas jalan tersebut ketika di konfirmasi Lampung Media melalui pesan wathsap tidak memberikan jawaban.
(Jun)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button