Beranda Kerinci SMAN 4 Kerinci Pamerkan Batik Buah Tutung Hasil Kreatif Siswa dan AI...

SMAN 4 Kerinci Pamerkan Batik Buah Tutung Hasil Kreatif Siswa dan AI Kearifan Lokal di Festival Budaya Kerinci 2026

49
0

Sergapreborn Kab.Kerinci. Stand pameran SMAN 4 Kerinci menjadi salah satu daya tarik dalam gelaran Festival Budaya Kerinci 2026. Mengusung tema “Gelar Budaya Kerinci”, sekolah ini menampilkan beragam kreativitas siswa dan guru, mulai dari batik buah tutung, kuliner tradisional, buku karya warga sekolah, hingga produk inovatif yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan perkembangan teknologi.
Partisipasi SMAN 4 Kerinci tersebut menjadi bentuk nyata komitmen sekolah dalam melestarikan budaya daerah sekaligus mendorong generasi muda agar mampu berinovasi tanpa melupakan akar tradisi.

Kepala SMAN 4 Kerinci, Nelly Apriyanty, S.Si.,M.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung penyelenggaraan Festival Budaya Kerinci karena kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.

“Kami keluarga besar SMAN 4 Kerinci sangat mendukung acara Festival Danau Kerinci. Kegiatan ini melestarikan budaya Kerinci sekaligus mengikuti kemajuan teknologi. Bagaimana kita mengajak anak-anak muda agar tidak melupakan latar belakang budaya kita, sesuai dengan visi dan misi SMAN 4 Kerinci, yaitu melestarikan budaya Kerinci dengan mengintegrasikan kearifan lokal dalam kegiatan pembelajaran,” ujar Nelly.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga perlu diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, siswa dapat mengenal, memahami, dan mengembangkan warisan budaya Kerinci melalui kreativitas yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Sebelum mengikuti festival, SMAN 4 Kerinci juga telah melaksanakan kegiatan Gelar Karya yang mendorong siswa-siswi untuk mengenal berbagai kebudayaan Kerinci serta menuangkan pemahaman tersebut ke dalam karya kreatif.

Salah satu karya yang diperkenalkan adalah batik buah tutung, yang mengangkat unsur lokal sebagai inspirasi dalam menghasilkan produk kreatif. Karya ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk memperkenalkan potensi budaya Kerinci melalui pembelajaran yang inovatif.

“Melalui kegiatan ini, kami mengingatkan siswa-siswi bahwa belajar tetap menjadi hal utama, tetapi kearifan lokal juga harus kita jaga. Anak-anak perlu mengenal budaya yang ada di Kerinci agar tradisi kita tetap hidup dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya,” tambahnya.

Selain menampilkan karya batik, SMAN 4 Kerinci juga mengembangkan pembelajaran yang memadukan kearifan lokal dengan pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendorong siswa memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi budaya daerah.

Menurut Nelly, pemanfaatan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan identitas budaya. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai lokal dan relevan dengan kebutuhan masa kini.

Ia juga menyampaikan bahwa upaya integrasi kecerdasan artifisial dengan kearifan lokal Kerinci dalam pembelajaran di SMAN 4 Kerinci telah mendapat kesempatan untuk tampil hingga tingkat nasional.

Kehadiran stand SMAN 4 Kerinci di Festival Budaya Kerinci 2026 pun menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung hasil kreativitas siswa dan guru. Berbagai karya yang dipamerkan memperlihatkan bahwa lingkungan sekolah dapat menjadi ruang untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, inovasi, sekaligus kecintaan terhadap budaya daerah.

Melalui partisipasi ini, Nelly berharap para siswa semakin termotivasi untuk berkarya, berinovasi, dan menjaga warisan budaya Kerinci di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Harapan kami, anak-anak muda Kerinci tetap bangga dengan budaya daerahnya. Teknologi boleh terus berkembang, tetapi jangan sampai kita melupakan kearifan lokal yang menjadi identitas kita,” tutupnya.

Partisipasi SMAN 4 Kerinci dalam festival ini menegaskan pentingnya peran dunia pendidikan dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah. Dengan menggabungkan kreativitas, pembelajaran, dan teknologi, generasi muda diharapkan mampu membawa budaya Kerinci semakin dikenal di tingkat yang lebih luas.

[Sergapreborn].

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini