Ciamis

Sempat Dikabarkan Menghilang Akhirnya Sopir Bus Pariwisata Pandawa Akhirnya Menyerahkan Diri

Ciamis Sergapreborn 24/5/2022 Sempat dikabarkan menghilang pasca terjadinya kecelakaan maut, akhirnya sopir Bus Pariwisata Pandawa yang mengangkut rombongan peziarah dari Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, kini sudah menyerahkan diri ke Mapolres Ciamis.

Seperti diketahui sebelumnya, Bus Pariwisata Pandawa bernopol DK 7307 WA yang membawa rombongan peziarah dari Banten,  menabrak beberapa kendaraan lain dan rumah warga.

Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Raya Panjalu-Panumbangan tepatnya diturunan Mariuk wilayah Paripurna Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis, Sabtu (21/05/2022) lalu. Pada saat itu sopir bis tidak ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sopir Bus Pariwisata Pandawa Akhirnya Menyerahkan Diri

Sopir bus yang berinisial IY itu kini telah menyerahkan diri ke Polres Ciamis dengan diantar oleh pihak pengurus perusahaan PO Bus Pandawa. Saat ini IY sedang menjalani pemeriksaan di unit Gakkum Polres Ciamis, Senin (23/05/2022).

Kepada penyidik, IY menjelaskan bahwa rombongan peziarah tersebut menggunakan 2 unit bus, berangkat dari Tangerang pada pukul 23.00 WIB. Tujuan utamanya Sunan Gunung Jati Cirebon, kemudian Situ Lengkong Panjalu lalu ke Pamijahan Tasikmalaya.

“Menurutnya saat itu setelah dari Situ Lengkong Panjalu pihaknya akan mengantar rombongan tersebut ke Pamijahan Kabupaten Tasikmalaya.

“20 menit sebelum berangkat menuju Pamijahan, mobil sudah dihidupkan dan dicek mulai dari mesin, rem, kopling dan lainnya. Mobil dalam keadaan normal,” ucapnya.

Menurutnya, sekitar pukul 17.00 lebih rombongan berangkat menuju Pamijahan Tasikmalaya. Setelah keluar dari Situ Lengkong Panjalu Ia membelokan bus ke arah kiri kemudian melintasi turunan Mariuk dan saat awal melewati turunan rem berjalan normal. Namun beberapa saat kemudian ketika menginjak pedal rem itu tiba-tiba tidak berfungsi atau blong.

Mengetahui remnya tidak berfungsi atau blong, IY meminta kepada para penumpang untuk menyelamatkan diri dan menghindar. Semua penumpang panik. Ia terus berusaha mengendalikan bus tersebut dengan cara menurunkan gigi dan menarik rem tangan tapi tetap saja bus tidak berhenti.

“sudah turunkan gigi bahkan tarik rem tangan, namun mobil tetap melaju tidak berhenti,” jelasnya.

IY mengaku tidak mengetahui kendaraan apa saja yang telah ditabrak, namun yang Ia ingat posisinya sedang memegang setir dan terpaksa membanting setir ke kanan jalan.

“Setelah bus berhenti karena menabrak rumah dan beberapa kendaraan lain, kemudian saya turun dibantu oleh kondektur,” ungkapnya.

Setelah keluar dari bus, IY duduk di lokasi kejadian sekitar setengah jam. Ia mengaku tidak bisa menghubungi siapapun karena ponsel miliknya hilang.

“Untung ada warga yang membantu membersihkan luka di tubuh saya.  Memang saat itu dada saya terasa sakit dan ada sedikit darah yang keluar. Lalu saya pergi dari lokasi menuju ke Limbangan untuk laporan ke pengurus Bus Pandawa,” jelas IY.

IY dijemput oleh petugas Kepolisian Polres Ciamis ditemani pengurus Bus Pandawa, pada Minggu (22/05/2022) malam untuk diperiksa dan memberikan laporan terkait kecelakaan tersebut.

(Lili Romli)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button