Lampung

Memakan Anggaran Mencapai Rp. 855 Juta Sumur Dalam Terlindungi SDT Di Desa Sidomulyo Diduga Terkesan Asal Jadi

SergaprebornSidomulyo Satu kata yang dapat disimpulkan dari pembangunan Pamsimas di dusun umbul keong desa Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan yaitu “Fantastis”.

Bagaimana tidak, dengan anggaran mencapai Rp. 855 Juta (delapan ratus lima puluh lima juta rupiah) yang nenggunakan dana DAK tersebut, dengan hasil yang di dapatkan tidak sesuai dengan ekspetasi warga masyarakat sekitar.

Terlihat dari bangunannya yang tidak menunjukan pekerjaan itu dengan anggaran yang besar, terlihat tidak simetris antara yang satu dengan yang lain seperti masih belajaran pembangunannya serta terlihat dari instalasi listrik dan instalasi air juga yang terkesan berantakan, bahkan yang paling parahnya tower penampungan yang seharusnya kokoh ditemukan bocor dibeberapa tempat, terlihat dari beberapa air yang menetes.

Wakil ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang berdomisili disekitar pembangunan pamsimas tersebut Agus Sartono sampai naik pitam dibuatnya.

Saat dihubungi awak media melalui telepon selulernya, wakil ketua I DPRD itu menerangkan, dirinya sudah menegur KUPTD PU Kecamatan Sidomulyo agar segera menghubungi rekanan, dikarenakan yang mengetahui rekanan adalah KUPTD PU kecamatan setempat, untuk segera memperbaiki sumur bor pamsimas yang berada di desa sidomulyo dikarenakan tidak layak.

“Saya sudah menegur KUPTD (PU) Kecamatan Sidomulyo, agar segera menghubungi rekanan, dikarenakan yang mengetahui rekanan adalah KUPTD PU Kecamatan, untuk segera memperbaiki sumur bor pamsimas yang berada di desa sidomulyo dikarenakan tidak layak”.Ucap Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan tersebut.

Agus Sartono juga menambahkan, bilamana tidak ditindak lanjuti, DPRD akan memanggil pihak-pihak terkait untuk hearing terkait masalah pamsimas tersebut dan dirinya memberikan waktu kepada pihak rekanan untuk memperbaiki sampai setelah lebaran, dikarenakan masyarakat sangat membutuhkan air tersebut, karena ini adalah salah satu harapan masyarakat yang selama ini baru terwujud namun dengan kondisi yang seperti itu sangat tidak memuaskan.

“Bilamana tidak ditindak lanjuti, DPRD akan memanggil pihak-pihak terkait untuk hearing terkait masalah pamsimas ini dan saya memberikan waktu kepada pihak rekanan untuk memperbaiki sampai setelah lebaran, dikarenakan masyarakat sangat membutuhkan air, karena ini adalah salah satu harapan masyarakat yang selama ini baru terwujud namun dengan kondisi yang seperti itu sangat tidak memuaskan”. Tambah Agus Sartono.

Masih dalam sambungan telepon selulernya Agus Sartono juga Menerangkan, bahwa tower yang bocor itu bisa pecah sangat membahayakan, instalasi listrik dan air tidak rapih, dengan anggaran yang besar mencapai Rp. 855 juta rupiah, bahkan dilihat secara fisik bangunan itu tidak pantas dengan menelan anggaran yang begitu besar.

“Tower yang bocor itu bisa pecah dan sangat membahayakan, instalasi listrik dan air tidak rapih, dengan anggaran yang besar mencapai Rp. 855 juta rupiah, bahkan dilihat secara fisik bangunan itu tidak pantas dengan menelan anggaran yang begitu besar”.terangnya.

Pengawas pekerjaan umum Tupon saat ditemui Awak  media  di kediamannya menyatakan, terkait permasalahan pamsimas yang ada di desa sidomulyo bukan menjadi ranahnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan awak media.

“Terkait permasalahan pamsimas yang ada di desa Sidomulyo, bukan menjadi ranah saya untuk menjawab mas”.kilah pengawas pekerjaan umum di Kecamatan tersebut

Begitu pula saat awak media mencoba menemui KaUPTD PU kecamatan sidomulyo Wayan dirinya tidak sedang berada di kantor, dan awak media mencoba menghubungi lewat sambungan selulernya menyampaikan, akan menanyakan langsung kepada pihak rekanan, dan akan mengumpulkan pihak-pihak terkait pada senin esok (25/4/2022).

“Nanti mas, akan saya tanyakan langsung kepada pihak rekanan dan akan kita kumpulkan besok senin aja mas”. Tutupnya

( Tim)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button