Jawa Barat

Polda Jabar Akan Konsisten Tangani Kasus BS, Transparan dan Profesional, Dalam Perkembangan Kasus Akan Update ke Publik

Sergapreborn Jawa Barat Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol.Ibrahim Tompo mengatakan’perkembangan kasus BS yang di tangani oleh Polda Jabar dilaksanakan konsisten danProfesional serta dinamis sebagai bentuk transparansi dari penanganan kasus terhadap publik.

Hal itu dikatakannya pada saat gelar Konferensi PERS pertama pada hari pertama Ia bertugas sebagai Kabid Humas Polda Jabar menggantikan Kombespol Erdi Adrimulan Chaniago, Sabtu,01/01/2022. Di Aula Maryoto Mapolda Jabar, Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol.Ibrahim Tompo di dampingi Direskrimsus Kombes Pol.Arif Rahman Hakim ,SH., dan Direskrimum Polda Jabar Kombes Pol.A. Yani Sudarta.

Kabid Humas mengatakan bahwa Polda Jabar akan konsisten menangani kasus tersebut dengan profesional dan sesuai aturan.Setiap perkembangan kasus akan di sampaikan udate sesuai perkembangan.

,”Proses kasus ini kita laksanakan pada hari Jumat kemarin, kita telah memeriksa tiga atau empat orang saksi dan menyita 4 item barang bukti, hari ini bertambah menjadi 50 orang saksi dan bertambah menjadi 6 item Barang bukti,” tutur Kabid Humas Polda Jabar.

Direskrimsus Polda Jabar Kombes Pol.Arif  ikut menyampaikan bahwa Tim penyidik Polda Jabar hari ini menyampaikan Update informasi penyidikan,terkait kasus BS.

Sebagaimana yg telah di sampaikan pada rilis yg di laksanakan pada hari Jumat ,perkembangannya kasus BS terus di update.

” Yang pertama adalah ,pada hari Jumat kemarin penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi pelapor dan saksi lainnya.Sebanyak 34 orang saksi dan menyita 4 item barang bukti,adapun perkembangan hari ini, saksi yang telah di periksa bertambah menjadi 50 orang dan bertambah 6 item barang bukti yang berhasil di sita.”  kata Arif.

Selanjutnya dijelaskanya juga perihal dimana TKP Kasus ini berlangsung, Arif menjelaskan ada di beberapa titik Tempat Ujaran Kebencian itu berlangsung.

,” Oleh sebab itu Untuk mempermudah mengidentifikasi para saksi kasusnya di bagi dalam 2 Cluster TKP, yang pertama adalah sebagai claster Bandung sebagai TKP awal tempat BS saat melakukan ceramah yang dilaksanakan di Bandung dengan total terkait hal itu 15 orang sudah kami periksa, kemudian Cluster Garut di mana total Saksi yang berhasil kita periksa adalah 10 orang,” kata Direskrimsus.

Kemudian jelaskan juga perihal saksi saksi dan barang bukti serta klaster mana yang bertambah.

,”Kemudian saksi yg sudah di periksa masih tetap dan ahli pun demikian masih tetap 21 orang,  barang bukti bertambah dan berhasil kita sita dari klaster TKP Garut bertambah satu item yaitu satu buah handphone dan yang dari Bandung 1 buah Flashdisk, Adapun semua barang bukti digital yang telah di sita dan sudah di kirim ke laboratorium forensik Mabes Polri untuk di lakukan pemeriksaan, kesimpulan secara umum nya, penyidik sudah memeriksa 50 orang saksi dan 6 item barang bukti sampai saat ini.Penyidik akan terus mengembankan kasus ini serta melakukan pemeriksaan saksi-saksi lain yang di perlukan dengan secara profesional transparan dan akuntabel,” jelas Arif.

Sebelumnya Kasus Ujaran Kebencian ini sangat Viral di media Sosial, dan menjadi sorotan Publik,sehingga demi menegakan Hukum yang tak pandang bulu Polda Jabar pun melakukan tindakan Tegas memanggil BS.

Sebelumnya, perkara ini sudah masuk tahap penyidikan oleh Polda Jabar dan Habib Bahar akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan pada Senin, 3 Januari 2022.

Dalam kasus ini, Habib Bahar bin Smith dijerat dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan atau permusuhan individu dan atau kelompok berdasarkan SARA sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

(YN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button