Sergapreborn Kota Tasikmalaya Di dampingi dan di dukung oleh Ormas KMI, LMPI, Tokoh masyarakat, Para Ulama serta Komunitas seni dan budaya seperti Sunda Ngahiji aksi seruan damai anti radikalisme yang selama ini sering terjadi baik di kalangan pemerintah atau pun di APH, Laskar Siliwangi Indonesia akhirnya kengatakan sikap agar semua ini mesti di tindak tegas guna menjaga NKRI di depan kantor Balai Kota, Kota Tasikmalaya. Kamis 20/01/2022.
Ormas Laskar Siliwangi Indonesia menginginkan pemerintah agar membuat perundang undangan tentang anti radikalisme, menindak tegas para oknum ASN / APH yang melakukan radikalisme, yang tertuang dalam surat aksinya yang di serahkan langsung oleh yang mewakili Walikota Kota Tasikmalaya yang pada saat itu kondisinya sedang sakit.
“Mari kepada saudara saudaraku yang masih Peduli dan Cinta NKRI + Pancasila, yang nyata nyata telah diinjak injak dan dihinakan oleh kelompok kelompok Radikal di Wilayah Tasikmalaya – Garut serta jabar secara umum, yang dengan Terang terangan telah Mendeklarasikan NII dan Menolak Pancasila sebagi Dasar Negara, serta Mengancam dengan terang terangan pula kepada para Ulama dan tokoh masyarakat yg menentangnya. Khususnya yang Terjadi di Daerah Garut, yang terus menerus berlangsung bertahun tahun sampai dengan hari ini. Dimana hal ini jelas jelas membuat masyarakat ketakutan dan berpotensi sebagai ancaman nyata terjadinya Disintegrasi dan Konflik Sosial”
“Memang selama ini kami perhatikan di Kota Tasikmalaya baik ASN ataupun APH masih di bilang kondusif namun dengan kekondusifan ini kami menginginkan jangan sampai lengah dan terkontaminasi seperti di daerah daerah lain yang sudah banyak ASN/APH melakukan tindakan tindakan radikalisme, karena semua itu akan memicu hancurnya NKRI.
NKRI yang selama ini kita jalin baik dari semua kalangan akan hancur bila mana oknum oknum berdiam di Kota Tasikmalaya tercinta ini. NKRI HARGA MATI”. di katakan Oleh Asep Suparman Syah selaku Ketua Ormas LSI Kota Tasikmalaya.
(Arie)










