Beranda Sungai Penuh Orang Tua RY Terlapor Dugaan KDRT, “Ini Masalah Keluarga Untuk Apa Diberitakan”

Orang Tua RY Terlapor Dugaan KDRT, “Ini Masalah Keluarga Untuk Apa Diberitakan”

21
0

Sergapreborn Kota Sungai Penuh. Berdasarkan hasil konfirmasi Tim wartawan dengan kedua orang tua terlapor RY di kediamannya Desa Koto Renah, Rabu (3/6/2026) dalam kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang di laporkan YA terhadap suaminya RY di Polres Kerinci,

Dalam keterangannya, kedua orang tua RY menyatakan bahwa laporan yang disampaikan YA tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Menurut mereka, peristiwa tersebut bermula saat YA dan RY terlibat pertengkaran rumah tangga.

Ibu RY mengklaim bahwa luka-luka yang dialami YA bukan akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh RY. Ia menjelaskan bahwa saat pertengkaran terjadi, YA disebut memukul kaca menggunakan tangannya hingga pecah.

“Setelah kaca pecah, YA mengambil pecahan kaca tersebut dan mengarahkannya ke lehernya sendiri.” ujar ibu RY.

Ia menambahkan, melihat kondisi tersebut, RY secara spontan berusaha mencegah tindakan yang dinilai dapat membahayakan YA.
RY memegang tangan YA yang menggenggam pecahan kaca, sementara tangan lainnya memegang bagian leher YA untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Terkait luka gigitan yang disebut terdapat pada bagian bahu YA, ibu RY juga memberikan penjelasan. Ia mengklaim tindakan tersebut dilakukan RY dengan tujuan agar YA melepaskan pecahan kaca yang berada dalam genggamannya.

Saat ditanya lebih lanjut oleh Tim wartawan mengapa RY tidak langsung sendiri yang menjawab konfirmasi. Dijawab ibu RY bahwa memang dilarang keluarga untuk bicara dengan wartawan karena RY masih kecil dan untuk apa di beritakan.

Orang tua RY minta kepada Tim wartawan untuk tidak dinaikkan berita RY karena ini masalah keluarga, sambil menyebutkan nama keluarganya berinisial CM dan DN yang berprofesi wartawan, ibu RY juga mengaku sebagai wartawan Pelita. Namun Tim wartawan mendapat informasi bahwa Pelita adalah LSM bukanlah Media dan LSM Pelita sudah lama bubar, tidak ada lagi.

Selain itu, Tim wartawan turut meminta klarifikasi terkait ucapan ibu RY saat menghubungi salah satu wartawan melalui sambungan telepon pada Selasa (2/6/2026), yang diduga melontarkan kata-kata kasar diduga melecehkan profesi wartawan,“Mau duit ya, Wartawan kalau cari duit cari yang halal, jangan cari yang haram.”

Menanggapi hal tersebut, awalnya ibu RY membantah mengucapkan kata-kata tersebut, sehingga Tim wartawan memperjelas lagi tujuan dan maksud menghubungi RY untuk konfirmasi berdasarkan keterangan dari YA.

Akhirnya Ibu RY mengakui bahwa dirinya sempat mengeluarkan kata-kata tersebut. Namun, ia menyebut ucapan itu terlontar secara spontan karena sedang dalam kondisi emosi setelah mendapat informasi dari anaknya bahwa ada wartawan yang menghubunginya untuk meminta konfirmasi.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan laporan dugaan KDRT tersebut masih berlangsung di Polres Kerinci. Pihak kepolisian belum menyampaikan kesimpulan resmi terkait kronologi maupun pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.

[Sergapreborn-bers].

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini