Beranda Kerinci Air Danau Kerinci Kembali Penuh, Dugaan Penyusutan Akibat PLTA Terbantahkan

Air Danau Kerinci Kembali Penuh, Dugaan Penyusutan Akibat PLTA Terbantahkan

12
0

Sergapreborn kab.Kerinci. Air Danau Kerinci yang sempat menyusut beberapa bulan lalu kini kembali berada pada level normal. Kondisi ini sekaligus membantah dugaan bahwa penyusutan disebabkan oleh operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air [PLTA] di wilayah tersebut.

Pengunjung wisata dan Nelayan di kawasan Danau Kerinci, Sabtu [23/6/2026] terlihat lega karena permukaan air sudah naik dan menutupi bibir danau seperti sedia kala. Kenaikan terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah Kerinci dan sekitarnya selama dua pekan terakhir.

“Airnya sudah penuh lagi. Yang kemarin surut karena kemarau panjang, sekarang naik karena hujan terus,” kata warga yang sehari-hari mencari ikan di danau.

Sebelumnya, penyusutan air memicu spekulasi di masyarakat bahwa PLTA Kerinci menyedot debit air secara berlebihan.

Saat PT. Kerinci Merangin Hidro (PT. KMH) menggelar kegiatan Coffee Morning bersama awak media dan LSM se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang berlangsung di Aula Hotel Mahkota, Kota Sungai Penuh, Kamis (05/02/2026), Telah memaparkan sejumlah penjelasan terkait operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin, khususnya menyikapi isu menyusutnya air Danau Kerinci yang belakangan menjadi perhatian publik dan operasional PLTA tidak mengambil air langsung dari badan danau, melainkan dari aliran sungai yang masuk ke sistem pembangkit.

Salah seorang Tokoh masyarakat mengatakan,”Menyusutnya air danau mengakibatkan kekeringan dibibir danau saat Kemarau dan ketika hujan deras menyebabkan banjir di Kerinci-Sungai Penuh dan sekitar Danau Kerinci, nanti ada lagi yang bilang gara-gara PLTA. Hal itu jelas tidak terkait operasional PLTA. PLTA Kerinci menggunakan sistem aliran sungai untuk memutar turbin, bukan membendung air danau. Banjir umumnya dipicu intensitas hujan tinggi, kondisi hulu yang gundul, penyempitan aliran sungai, dan sedimentasi. BPBD dan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI menyatakan tidak ada data yang menunjukkan PLTA memicu banjir.”

Dengan kondisi air kembali normal, diharapkan sektor pariwisata dan perikanan di sekitar Danau Kerinci bisa pulih. Masyarakat juga diimbau tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi terkait penyebab penyusutan maupun kenaikan air danau.

[Sergapreborn].

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini