Aparat Didesak Usut Tuntas Skandal Dugaan Gaji Fiktif Di DLH Kabupaten Kerinci

0
81

Kerinci, – Sergapreborn

Polemik tuntutan gaji tanpa kerja olek oknum di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci berujung desakan masyarakat untuk laporan ke Kejaksaan Negeri Sungai Penuh. Pasalnya oknum yang menuntut hak tanpa dasar tersebut, meminta Kadis membayar gaji yang di Duga tidak mengantongi dasar tersebut dan itu sudah berlangsung beberapa tahun kebelakang. Sehingga sampai dibawah kepemimpinan Askar Jaya di Dinas Lingkungan Hidup, terjadi penolakan pembayaran gaji yang diDuga pekerjaan fiktif.

Tak ayal, sekian tahun waktu berjalan, gaji fiktif dibayar pemerintah kepada oknum tersebut. Sehingga di Duga mengakibatkan kerugian negara .Lemahnya pengawasan dari pihak instansi sehingga ada celah bagi para oknum untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Beredarnya informasi diberbagai jejaring media sosial Facebook baru-baru ini, terkait tuntutan gaji oleh beberapa oknum di Dinas Lingkungan Hidup kab. Kerinci dan nyaris cekcok dengan wartawan yang tengah bertugas melakukan peliputan dilokasi beberapa hari lalu.

Saat dikonfirmasi awak media melalui telepon seluler Kadis LH kab.Kerinci Askar Jaya, mengaku dirinya dituntut oleh oknum yang mengatasnamakan masyarakat untuk membayar gaji yang diDuga selama ini tidak jelas atas pekerjaan apa. Dia menolaknya dengan dalih tidak bekerja tidak ada gaji.

” Ya, kemaren sempat ada tuntutan gaji dari oknum yang mengatasnamakan masyarakat, tapi ya harus jelas dulu, kerjanya apa, sehingga Dinas bisa mengeluarkan uang, kalau kerjanya tidak jelas, ya buat apa kita bayar ?” Papar Askar Jaya.

” Dinas harus bertanggungjawab dengan apa yang kita lakukan, jika memang ada yang harus dibayar yang sifatnya urgensi dan berhubungan langsung dengan masyarakat.” Tegas Askar Jaya.

Dari hasil investigasi lapangan yang dilakukan awak media terkait adanya informasi penutupan tempat pembuangan sampah di Sembulun pantai, masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya, mengaku sudah beberapa hari dilakukannya penyegelan dan bertuliskan kata-kata rasis yang ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan menurutnya harus diselesaikan dan jika ada hal yang harus ditutup-tutupi, dia minta agar kasus ini diselesaikan secara hukum yang berlaku.

Menyikapi hal tersebut sejumlah organisasi masyarakat dan media Sungai Penuh Kerinci mendesak agar kasus ini ditangani segera oleh pihak yang berwajib dan memproses secara hukum oknum-oknum yang diduga terlibat dalam skandal tersebut, jika memang ditemukan adanya perbuatan yang merugikan keuangan negara .

( EKA )




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here