Bupati Bogor: Banyak Memfokuskan Kembali Anggaran Akibat Pandemi Covid-19 di LKPJ Tahun 2020

0
36

Bogor – Cibinong – Sergapreborn

Bupati Bogor, Ade Yasin, banyak refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19 yang berpengaruh terhadap program pembangunan Kabupaten Bogor di tahun 2020. itu disampaikan Bupati Bogor pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor Dalam Rangka Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Bogor Tahun Anggaran 2020, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, rabu (31/3).

Garis besar LKPJ tahun 2020 banyak refocusing anggaran belanja pandemi Covid-19, ada target yang harus diubah karena ada refocusing sehingga ada perubahan terhadap program kegiatan. Dengan adanya pandemi banyak sektor usaha yang melemah sehingga berefek pada pendapatan, tetapi kita selalu berupaya agar ekonomi tetap stabil dengan cara pajak 10%, penghapusan sanksi dan lainnya, itu merupakan upaya kami mengatur anggaran tetap masuk walaupun ada sedikit penurunan, ”tegas Ade Yasin.

Kebijakan belanja daerah akhir tahun 2020, selain melaksanakan kebijakan yang telah ada, juga melaksanakan kebijakan pemulihan ekonomi daerah yang diarahkan pada pemberian bantuan permodalan bagi UMKM dan pekerja yang terdampak PHK, mempersembahkan insentif terhadap permasalahan sektor primer yang muncul akibat terganggunya sekunder.

Peningkatan pengendalian pangan, pengembangan usaha pangan masyarakat dan peningkatan pengelolaan pasca panen, peningkatan cadangan pangan daerah, penyediaan pelayanan sarana dan prasarana pertanian berupa penyediaan benih, bibit dan peningkatan stimulus pupuk dan obat-obatan, peningkatan produksi melalui optimalisasi produksi UPT dan balai benih, memberikan bantuan kepada kelompok-kelompok usaha budidaya pertanian dan perikanan, membantu pemasaran produk pertanian dan UMKM dengan model online, serta melaksanakan model pembangunan padat karya, terutama dalam pembangunan sarana dan prasarana di desa ”papar Ade.

Tahun 2020 merupakan masa yang sulit, tidak hanya bagi Pemerintah Kabupaten Bogor tetapi juga secara global. Terjadinya pandemi Covid-19 yang ditetapkan sebagai bencana nasional non alam, berakibat pada perubahan rencana pembangunan yang telah ditetapkan dalam APBD Kabupaten Bogor tahun anggaran 2020 serta perubahan sebagian besar agenda pembangunan di Kabupaten Bogor.

Ungkap Ade Yasin, langkah pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan pandemi Covid-19 perlu dilakukan dengan cepat dan tepat dengan mengarahkan segenap sumber daya yang ada, yaitu dengan melakukan perubahan alokasi anggaran yang lebih difokuskan untuk meningkatkan kapasitas penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan penyediaan jaring pengaman sosial.

Perubahan penjabaran APBD dilakukan untuk menghentikan penyaluran bantuan pemerintah dalam bentuk uang untuk pembelian peralatan kesehatan pada masa pandemi Covid-19 RSUD Ciawi dan Cibinong. Penganggaran dana cadangan bantuan operasional kesehatan (BOK) tambahan gelombang IV tahun anggaran 2020, penganggaran dana hibah pariwisata dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, bantuan operasional sekolah reguler dan perubahan nomenklatur sekolah penerima bantuan operasional sekolah afirmasi dan bantuan operasional sekolah kinerja tahun anggaran 2020, alokasi alokasi anggaran pendapatan bagi hasil pajak / bukan pajak yang belum disalurkan tahun sebelumnya kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, serta penambahan target pendapatan BLUD RSUD Ciawi, ”imbuhnya.

Adapun gambaran kinerja keuangan daerah, untuk menargetkan pendapatan daerah setelah perubahan anggaran 2020 sebesar Rp. 7.796.175.823.514 dengan realisasi sampai dengan 31 Desember 2020 sebesar Rp. 7.687.179.717.004 atau 98,60%. Target belanja daerah pada APBD perubahan tahun 2020, Rp. 8.901.471.622.514 terealisasi sebesar Rp. 8.405.493.580.579 atau 94,43%. Untuk target pembiayaan sebesar Rp. 1.105.295.799.000 terealisasi sebesar Rp. 1.105.295.799.163,97 atau 100%. Selanjutnya, jumlah program / kegiatan tahun 2020 terdiri atas 436 program dan 5.682 kegiatan dengan belanja belanja sebesar 92,49%, tingkat capaian kinerja atau outcome program sebesar 93,54% dan tingkat capaian indikator kinerja output sebesar 94,23%.

( Eristo/Hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here