Opini Nasional

Covid 19 Antara Berkah atau Musibah !!!

Berita Opini

Opini Nasional – Sergapreborn

Oleh : Mukhlis el-Rifqi
(Penggiat Sufi Jalanan)

Panggilan Pak Haji di masa pandemi bagaikan virus Covid19. Ribuan calon haji yang gagal berangkat ke Mekkah, kini sudah boleh menyandang gelar haji. Dia akan dipanggil Pak Haji dan Bu Haji. Covid19 bukan sekadar wabah biasa, ia bisa berubah menjadi berkah dan musibah.

Disadari atau tidak, kehadiran Covid19 satu sisi melahirkan orang kaya baru dan menambah kekayaan para taipan alat kesehatan dan produsen vaksin. Semua peralatan pendukung protokol kesehatan laris manis tanpa ditawar harganya.

Mereka tidak perlu mengerahkan marketing handal. Sebab semua pejabat negara selalu promosi kematian dan kematian akibat Covid19.

Kematian ini sangat menakutkan. Maka bagi yang ingin hidup seribu tahun lagi harus taat dengan protokol kesehatan. Disugesti agar warga negara patuh dengan pejabat negara.

Tak terasa selama dua tahun ada 1000 trilyun uang negara dibelanjakan untuk penanganan virus. Tapi tidak dijelaskan siapakah yang paling diuntungkan dari anggaran tersebut? Yang pasti bukan tukang becak, tukang cangkul dan tukang sorabi.

Berapa keuntungan pengusaha global dan lokal Indonesia? Berapa komisi buat sang pemain kebijakan? Dari 1000 trilyun ya pasti komisinya bisa beli pulau Jawa-lah.

Akhirnya sejahtera semua punggawa dan laskar kerajaan yang berbisnis atas nama Covid19. Berkah ini jarang disyukuri tapi kadang dijadikan kesombongan.

Dibalik berkah, sejatinya Covid19 adalah sang wakil malaikat pencabut nyawa. Dia hadir dengan membawa musibah bagi manusia lemah imunitasnya. Kematian berjamaah akan menjadi ritunitas yang menakutkan. Mereka yang tidak berdaya melawan ganasnya Covid19 akan menjemput ajalnya.

Hakekatnya Alloh SWT yang mematikan manusia sesuai jadwal takdirnya. Namun wasilah kematiannya bisa saja dari Covid19.

Ada seribu satu jalan menuju kematian. Namun saat ini mesin pembunuh nomor wahid ya Covid19. Inilah musibah akhir zaman yang belum pasti akan berakhir.

Akhirnya hanya Alloh yang maha segalanya bagi yang beriman.

(***)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button