Bandung

Dapit Ariyanto SH:  PT KAI Jangan Lakukan Eksekusi secara Premanisme

Bandung –Sergapreborn

Pak Suhendar Anak Ahli Waris dari Ibu Inah Aminah yang tinggal di Jl. Dago 250 sejak Tahun 1970, telah terjadi pembongkaran Rumah  pada pagi hari  pukul 08.00 WIB, hari Kamis  10 Juni 2021,  oleh Pihak PT. KAI.

Diduga Pembongkaran tersebut dilakukan bersama gabungan Ormas kurang lebih 100 orang dengan pakaian hitam, karena tidak memakai seragam atau atribut apapun. Mereka mengambil barang – barang yang ada di Rumah Dago 250 di Angkut Secara Paksa dengan menggunakan Mobil Truk sebanyak 4.unit kendaraan, yang masuk ke halaman rumah.

Menurut Dapit Ariyanto.SH  kuasa Hukum dari pihak Ahli Waris Ibu Inah Aminah mengatakan  seharusnya PT. KAI itu bersikap elegant dengan menempuh permasalahan objek Tanah Dago 250 dengan cara hukum dengan melakukan gugatan perdataan, terkait kepemilikan sah  tanah Dago 250 tersebut, sampai dengaan adanya putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap. Bukan dengan cara mengeksekusi secara premanisme dengan melibatkan beberapa ormas gabungan, terang Dapit.

Lanjutnya, pada tahun 2016 Ahliwaris pernah di laporkan ke Kepolisian Daerah Polda Jabar, degan tuduhan menguasai Tanah Tanpa Hak atau Seijin Pemlik yang diatur dalam Perpu 51 tahun 1960. Namun laporanya tersebut di hentikan, karena tidak cukup bukti.

PT KAI hanya mempunyai bukti berupa Akta Jual Beli (AJB) Photocopy tahun 1951, tanpa aslinya.

Selanjutnya tahun 2020 klien Kami kembali di laporkan oleh PT.KAI di Polrestabes Bandung dengan tuduhan memasuki pekarangan orang tanpa ijin sebagaimana Pasal 167 KUHP. Bagaimana bisa di katakan klien kami memasuki pekarangan orang tanpa ijin, sedangkan ahli waris sudah memiliki identitas kependudukan yang beralamat di Jl. Dago 250 dari tahun 1970 sampai dengan saat ini tahun 2021.

Seharusnya Polrestabes, tidak  menerima Laporan  polisi dengan bukti yang hanya berupa fotocopy, apalagi bukti tersebut sudah digunakan pada saat laporan di Polda tahun 2016

Terkait Hak perampasan orang lain, Aktifitas PT. KAI yang mengeksekusi lahan Dago 250 secara premanisme yang belum mempunyai putusan yang telah berkekuatan hukum serta tidak di dampingi pihak Pengadilan (PN) merupakan perbuatan sewennang – wenang, apalagi sampai merusak pintu dengan menggunakan  Linggis  serta membawa barang – barang milik ahli waris secara paksa, sampai tidak ada yang  tersisa, tuturnya.

Pihak kami tentunya akan melakukan pelaporan baik  tindak pidana pengrusakan, maupun pencurian dengan pemberatan karena jelas barang – barang klien kami habis di jarah, dan  kami sangat menyayangkan perbuatan tersebut dilakukan pada  saat Pandemi covid 19, padahal Bapak Presiden  dan Bpk. Kapolri telah mengintruksikan agar masyarakat tidak melakukan aktifitas berkerumun pada saat wabah pandemi Covid 19. Hal tersebut sudah melanggar anjuran pemerintah terkait Prokes.

Dan kami sangat kecewa dengan  pihak aparat hukum yang tidak merespon laporan kami, dan telah melakukan pembiaran, Karena kejadian ini sudah berlangsung lebih dari sl24 jam, namun belum di bubarkan oleh aparat setempat.

kami meminta agar barang – barang  milik ahli waris untuk di kembalikan ke keadaan semula karena tidak ada kaitannya dengan sengketa kepemilikan,

Kalau memang PT. KAI memiliki bukti kepemilikan yang sah Kami himbau kepada PT. KAI agar melakukan upaya Hukum dengan mengajukan gugatan keperdataan supaya ada  ke pastian hukum, bukan selalu berdalih penertiban aset sesuai aturan PT. KAI.

Kami tegaskan aturan PT. KAI hanya mengikat kedalam, Kami tidak tunduk terhadap aturan PT. KAI, tegas Dapit.

(Yani)

Sergapreborn

Menegakan Kebenaran Demi Hukum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button