Kerinci

Diduga Inspektorat Kab.Kerinci, Sumber Wabah Korupsi Dana Desa

Sergapreborn Kab.Kerinci. Proses pemeriksaan/audit dana desa yang dilakukan Inspektorat kab.Kerinci diduga menjadi akar korupsi bagi kepala desa, karena Selama ini tidak pernah ada laporan dari Inspektorat terkait temuan di lapangan yang di buka informasi nya ke masyarakat dan yang sampai di bawa ke pihak APH. Inspektur khusus di duga tidak pernah mendapatkan laporan hasil kinerja atau audit yang dilakukan Inspektur pembantu terhadap kepala desa yang bermasalah dalam pengelolaan anggaran desa. Sehingga diduga Inspektorat Kab.Kerinci merupakan sumber Wabah Korupsi Dana Desa.

Di duga keras pihak Inspektorat dalam hal ini bidang Inspektur pembantu ada oknum-oknum bermain mata/kongkalikong dengan Kades dan berusaha menutupi temuan atau memperkecil temuan dengan alasan pengawasan dan pembinaan serta tidak ada pemeriksaan yang teliti dan cermat, pemeriksaan hanya dilihat dari kelengkapan administrasi / SPJ, Inspektorat tidak memilik alat uji tes beton Concrete Hammer yang diperlukan untuk pekerjaan fisik, hanya melihat saja tanpa ada pengujian kualitas pekerjaan, serta adanya SPJ-SPJ yang dibuat mundur untuk menutupi pekerjaan yang dikerjakan melebihi tahun anggaran.

Ramainya pemberitaan dari berbagai media terkait anggaran desa yang diduga terjadi penyimpangan tidak menjadi rujukan untuk melakukan pemeriksaan dengan teliti dan cermat. Sehingga Kepala desa selalu merasa aman dan mengulangi lagi setiap tahun, karena regulasi yang diterapkan hanya cukup sampai pembinaan.

Saat awak media SERGAPreborn konfirmasi dengan Ketua Irban 3 Mires Inspektorat kab.Kerinci beberapa waktu lalu mengatakan, “Kami belum turun kelapangan, biasanya ketika kami turun, kami minta rekap pekerjaannya dari tanggal berapa ke berapa. Sekarang ini kami tidak tahu benar atau tidak dan buktinya ada atau tidak. Ketika kami turun untuk melakukan pemeriksaan ke desa, semua pekerjaan sudah selesai, SPJ-SPJ sudah selesai, kami hanya melihat hasilnya.” Ungkap Mires.

Penhadi Ketua LSM Respect kab.Kerinci angkat bicara, “Dalam hai ini tugas Inspektorat disinyalir membiarkan dan tidak adanya sanksi tegas terhadap Kepala desa yang bersangkutan dengan alasan tugas mereka hanya melakukan pemeriksaan dan pembinaan. Pembinaan yang terus terjadi dari tahun ke tahun tanpa adanya perubahan, sehingga Kades bertambah seenaknya saja.”

“Inspektorat merupakan unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan pemerintahan desa. Inspektorat berwenang dalam menyusun perencanaan program pengawasan, perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan, pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan dan pembinaan terhadap jabatan fungsional.” Ungkap Penhadi.

“Sehingga, dalam melakukan pengawasan Inspektorat tidak harus menunggu adanya laporan masuk ruang kerja baru bertindak. Kalau begitu sudah salah kaprah namanya dan informasi yang saya dapat dari beberapa kades. Untuk menutupi temuan jika selesai pemeriksaan Inspektorat diduga Kades dimintai sejumlah uang oleh dengan nilai yang beragam oleh oknum pihak inspektorat agar pengurusan SPJ lancar dan temuan nya bisa di perkecil.” Ujar Penhadi.

Selanjutnya di sampaikan Penhadi dengan tegas,”Sebagaimana yang pernah dilaporkan oleh beberapa LSM Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kepada penegak hukum dan sangat berharap kepada pihak Kejaksaan Negeri Sungai Penuh mengusut dengan serius sampai tuntas ada penetapan Kepala desa sebagai tersangka, sehingga bisa menjadi contoh bagi yang lainnya dan tidak berbuat lagi tahun berikutnya.”

( Sergapreborn-bers )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button