Kalimantan Tengah

Dudiga Kuat Proyek Pembangunan Gedung SDN 1 Tepayung Tidak Sesuai RAB

Sergapreborn, Korawaringin Barat – Kalteng.

Proyek pembangunan Gedung Sekolah Dasar Negeri SDN 1, Desa Tepayung, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, tahun anggaran 2022, sebesar 4,90 000 juta rupiah yang berasal dari Dana Alokasi Kusus ( DAK ) Pendidikan diduga tidak sesuai RAB sehingga mengakibatkan keretakan.
Pantauan media ini dilokasi Kamis, 02/03/2023, terdapat beberapa bagian sudut Gedung Sekolah yang retak – retak.
Sementara menurut warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini mengungkapkan, ya memang benar proyek pembangunan Sekolah Dasar Negeri SDN 1 Desa Tepayung tersebut dibangung pada tahun 2022 yang lalu, dan sekarang sudah banyak yang retak -retak entah apa masyalahnya kita tidak tau apa penyebabnya, kalau saya menduga penyebab awal kalau kontroksi Gedung Sekolah baru saja dibangun sudah banyak yang retak bisa saja pada saat pengerjaanya tidak sesuai RAB, atau karna peoyek pembangunan posisinya berada dipinggiran Jalan terkena getaran mobil lewat bisa juga mengakibatkan keretakan, ucapnya.
Sementara warga lain juga mengungkapkan pekerjaan proyek tersebut sejak awal dikerjakan tidak terlihat adanya terpasang papan informasi, sehingga kita tidak tau proyek itu berasal dari mana dan berapa anggaranya kita tidak tau terkesan ditutup tutupi, tegasnya.

Sementara Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri SDN 1 Desa Tepayung, Bungae, ketika dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp Jum at, 03/03/2023, sekira pukul 07.00. Wib membenarkan adanya proyek pembangunan Gedung Sekolah didesa Tepayung, ya memang benar proyek itu dibangung tahun 2022, kemarin dari Dana Alokasi Kusus ( DAK ) bantuan pusat, terkait dengan adanya beberapa sudut Gedung yang baru dibangun itu ada yang retak kemarin sudah diperbaiki dan itu sudah tidak ada masalah, ucapnya.

Sangat disayangkan apa yang disampaikan pihak Kepala Sekolah bahwa pembangunan Gudung Sekolah banyak ditemukan pada dinding yang retak sudah diperbaiki terkesan ditutup tutupi, terbukti ditemukanya media ini dilokasi tidak ditemukan tanda tanda perbaikan pada keretakan tersebut hanya dilakukan pengecetan pada dinding dinding yang retak sehingga alhasil tetap retak seperti semula, diharapkan pihak penegak hukum maupun pihak terkait lainya melakukan kroscek kebenaranya kelokasi. ( Sr )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button