Kalimantan Tengah

Dugaan Korupsi Tenaga Kontrak di Pemkab Kotim Terkesan Mandek di Tangan Jaksa

Berita Kasus

kalteng Sampit – Sergapreborn

Masyarakat menunggu dan ingin tau kejelasan kasus dugaan korupsi penerimaan ratusan tenaga kontrak di Kabupaten Kotawaringin Timur ( KOTIM ) hingga kini belum ada kejelasan.
Diketahui kasus ini ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur.

” Padahal sebelumnya besar harapan masyarakat kepada pihak kejaksaan segera menuntaskan kasus ini. Mengingat banyak tenaga honor sekolah yang sudah lama memghonor saat melamar jadi tenaga kontrak tidak diterima dan justru sebaliknya.

“Kita berharap kasus ini tetap bisa berjalan dan tidak terkesan masuk angin tanpa adanya kejelasan,” ucap Rudiansyah, salah seorang masyarakat, Senin (5/7)

Senada yang diungkapkan, Abdul Aziz yang juga mendesak agar pihak kejaksaan serius menangani kasus itu. Agar tidak ada lagi permainan dalam penerimaan tenaga kontrak yang befotensi ada pungli didalamnya.

Sebelumnya saat kasus ini bergulir sejumlah orang sudah diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur terkait kasus tersebut.

Bahkan sejumlah pejabat dilingkungan Setda Kotim sudah diperiksa, termasuk pihak kepala desa hingga kepada tenaga kontrak. Namun sejauh mana hasilnya sampai kini belum ada kejelasan dari pihak kejaksaan.

Sementara itu Ketua Tim Penyidik Trio Andi Wijaya saat dikonfirmasi ikhwal pemeriksaan tersebut membenarkan, Rabu ( 12/5) kalau mereka menangani kasus itu.

”Benar sudah banyak saksi yang kami periksa, ada dari tenaga kontrak, kepala desa hingga pejabat pada instansi terkait,” kata Trio.

Namun terkait hasil pemeriksaan Kasi Datun Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur ini masih belum mau membukanya dengan alasan perkara itu belum naik ke tingkat penyidikan.

Namun demikian dari sejumlah saksi yang diperiksa sudah mulai mengerucut, bahkan ada saksi dari tenaga kontrak itu sendiri mengaku langsung menerima SK pengangkatan sebagai tenaga kontrak tanpa mengajukan surat lamaran. Bahkan ada yang akhirnya mengakui ada yang memberikan sejumlah uang yang disetor kepada oknum tertentu.

“Saksi masih kami panggil, siapa saja yang mengetahui ASN diduga terlibat dalam praktik ini kami panggil,” tandasnya.

Seperti diketahui pada awal 2021 ini ada sekitar 500 lebih tenaga kontrak yang diterima mulai dari pegawai pada SOPD, guru hingga tenaga kesehatan.

Kejari Kotim menelisik kasus ini setelah adanya dugaan suap yang dilakukan untuk menjadi tenaga kontrak, dengan nilai hingga puluhan juta rupiah.

Kasus ini juga sempat menuai polemik di lingkungan DPRD Kotawaringin Timur, bahkan anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur Khozaini sebelumnya mendukung kasus ini diungkap. Karena penerimaan tenaga kontrak itu dianggap terlalu berlebihan.tandasnya.

( Kar )

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button