Kalimantan Tengah

Kejaksaan Negeri Sampit Buru rentetan Pelaku kejahatan Galian C Illegal di Cempaga Hulu.

Sergapreborn, Sampit – Kalteng

Penyidik Kejaksaan Negeri Kotawaringin terus menggenjot kasus dugaan korupsi usaha galian C, aktivitas di wilayah Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kini giliran mantan kepala Desa Bukit Raya, Buhari diminta keterangannya bersama pengusaha lainnya bernama Bambang.

Sementara itu sebelumnya penyidik sudah memeriksa pengusaha galian C Richard Sunaryo dan pemilik lahan Bustami.

Berbeda dari keterangan Richard sebelumnya yang tidak membantah melakukan pengerukan galian C jenis laterit tersebut, Bambang dalam keterangannya membantah melakukan penambangan.

“Tidak ada katanya dia melakukan aktivitas, itu pengakuan dia tadi, ini pemeriksaan terus berjalan,” kata Kasi Intelijen, Arthemas Sawong, usai memeriksa Bambang, Rabu, 17 Maret 2021.

Sementara itu Buhari mengaku kedatangannya ke Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur diminta keterangan dalam kasus galian C itu.

“Kalau sejak saya menjabat itu yang kerja Richard, tidak ada masalah saat itu, yang bermasalah baru ini saja,” kata Buhari.

Sementara itu adanya aktivitas Saprin dan Bambang saksi mengaku tidak tahu. “Tidak tahu saya Bambang dan Saprin itu kerja,” ujar Buhari.

Buhari menyebutkan Richard sebelumnya memang diketahui sempat kerja di kawasan pertambangan salah satu perusahaan bauksit di sana.

“Karena masuk wilayah tambang, sempat saya minta dia agar menyelesaikan permalasahan itu,” ucapnya.

Sementara itu terkait perizinan galian C itu Buhari mengaku tidak tahu persis. Dirinya beralasan tidak mengetahui perihal tersebut.

Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, kini tengah melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi Galian C, saat ini yang tengah dibidik mereka aktivitas di Kecamatan Cempaga Hulu. Bahkan sebelumnya mereka juga sudah memeriksa camat dan kepala desa setempat”.( Kar)

Sergapreborn

Menegakan Kebenaran Demi Hukum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button