Kebencanaan

Kota Bandung di Kelilingi Potensi Bahaya Kebakaran

Bandung Sergapreborn, Bagaimana upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah Kota Bandung terhadap risiko bahaya kebakaran dan Penanggulangan Bencana di Kota Bandung ini ?
RSUD Bandung Kiwari mengalami kebakaran, Selasa (5/4/2022) kemarin. Asap pekat keluar dari dalam gedung rumah sakit milik Pemkot Bandung tersebut.

Kebakaran yang menimpa rumah sakit yang dulunya bernama Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) itu.
HOTEL de Java di Jalan Sukajadi, Bandung pada Jumat 11 Maret 2022 nyaris terbakar. Melansir laman TikTok @idriszaka, ia memaparkan kesaksiannya ketika menjadi tamu hotel tersebut dan terjadi kebakaran. Hal itu berawal ketika ia mendapatkan pesan di grup WhatsApp dari rekannya, Lena yang berada di kamar lantai 1. Lena saat itu mengirimkan pesan beberapa kali untuk meminta bantuan karena adanya asap ngebul, Idris mengaku, ketika kebakaran terjadi ia tak mendengar sama sekali ada bunyi alarm. “Setelah 20 menit dari kejadian, Nyoman berhasil keluar. 30 menit Lena berhasil dievakuasi melalui kaca hotel yang dipecahkan,” papar Idris.

Catatan data kebakaran di Kota Bandung tahun 2022 sampai per 28 Maret 2022 angkanya bertambah menjadi 34 kejadian. Sebelumnya, catatan hingga tanggal 21 Maret 2022 tertulis 29 kejadian. Berdasarkan informasi yang didapat dari Humas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana atau Diskar PB Kota Bandung, kebakaran yang menghanguskan bangunan perumahan (rumah/tempat tinggal) sebanyak 10 kali. Kemudian, Si Jago Merah mengamuk di pabrik satu kali, gardu listrik 8 kali. Api juga menghanguskan kendaraan roda 4 sebanyak 3 kali, dan roda dua, 2 kali. Data lain menyebutkan kebakaran juga terjadi di bangunan umum, seperti toko, kios, RM, sekolahan, kantor, dan gudang 6 kali. Lain-lain (baligho, tumpukan sampah, gas), 3 kali, dan alang/lahan kosong satu kali.

Rumah Gagasan Bandung pada Rabu 6 April 2022 melakukan Audiensi perihal penanggulangan kebakaran yang berbasis pada analisis risiko Bahaya Kebakaran dan Penanggulangan Bencana di Kota Bandung dengan DISKARPB Kota Bandung bertempat di Kantor Diskarpb Kota Bandung Jl. Sukabumi No 17.
Setelah memperkenalkan team Rumah Gagasan yang hadir pada audiensi dengan diskar PB, Cakra sedikit memberikan masukkan kepada DISKARPB Kota Bandung, agar setiap tamu baik itu dari Unsur Masyarakat atau kedinasan lainnya diberikan terlebih dahulu penjelasan SAFETY INDUCTION di lingkup kawasan DISKARPB Kota Bandung, dan ini bisa menjadi percontohan pada kedinasan lain maupun kepada masyarakat kesadaran terhadap potensi Kebakaran maupun Bencana lainnya.

Mengawali audiensi dengan terlebih dahulu membuka dasar hukum mengenai Hak dan Kewajiban Masyarakat yang terdapat pada UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 24 TAHUN 2007 TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA dan PERATURAN WALI KOTA BANDUNG NOMOR 982 TAHUN 2017 TENTANG RENCANA INDUK SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN.
Fire Hazard Mapping Kota Bandung , Data dan informasi yang disediakan oleh pemerintah dan disosialisasikan kepada masyarakat (Perwal Kota Bandung No. 982 Thn 2017 , Pasal 42 ayat (1) dan (2) a.
Beberapa pertanyaan terkait Mitigasi dan Kesiapsiagaan dari Rumah Gagasan Bandung :

  1. Bagaimana upaya Mitigasi , Kesiapsiagaan kebakaran dari DISKARPB BDG dengan Keberadaan SPBU BBM yang berdekatan dengan kawasan padat penduduk dan bersebrangan dengan RSUD
  2. Apa upaya Mitigasi , Kesiapsiagaan Kebakaran dari DISKARPB BDG atas keberadaan Pipa Bawah Tanah BBM yang tersambung dari Terminal BBM Ujung Berung ke Terminal BBM Padalarang yang melewati wilayah kota Bandung ?
  3. Apa upaya Mitigasi , Kesiapsiagaan atas keberadaan saluran lama sekitar 1,7 Km eks inhoftank tahun 1933 penghasil gas Methane , apakah masih berpotensi ledakan Gas Methane?
  4. Apa upaya Mitigasi , Kesiapsiagaan DISKARPB BDG atas Potensi kebakaran maupun bencana akibat Kegagalan Teknologi di kota bandung ?

Sangat penting bahwa Kota Bandung memiliki FIRE HAZARD MAPPING (Peta Bahaya Kebakaran) yang dibuat berdasarkan penghitungan analisa teknis, bukan hanya sekedar berupa data historis. Lebih lanjut Cakra menguraikan beberapa fungsi dari FIRE HAZARD MAPPING :
• PERENCANAAN INFRASTRUKTUR , Saat merencanakan pembangunan di area berisiko tinggi untuk kebakaran
• STANDAR BANGUNAN DAN PERATURAN , untuk memasukkan persyaratan khusus konstruksi gedung tinggi di area yang berisiko tinggi terhadap kebakaran
• TINDAKAN PENCEGAHAN DAN PERLINDUNGAN KEBAKARAN, struktur komando terpadu untuk menentukan tujuan, mengidentifikasi strategi, membangun hubungan komunikasi dan menetapkan tugas dan fungsi untuk melindungi kehidupan dan property
• SEBAGAI PANDUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KESELAMATAN PARA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN, memastikan Perimeter aman, waktu tersisa pada potensi runtuhnya bangunan dari waktu response yang tersedia, dll…

Lebih lanjut diharapkan bahwa kemitraan dapat terjalin dengan pelibatan para stakeholder di kota bandung, sehingga salah satu Visi Kota Bandung yang “Nyaman” dalam hal mitigasi dan proteksi dari kebakaran , mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap potensi dari bencana dapat dimulai dalam waktu dekat kedepan, tutup Cakra.

“Harus dilaksanakan FGD, dengan peserta pemerintah dan pemerhati kebakaran”, Walikota Bandung periode sebelumnya tidak membentuk BPBD di Kota Bandung karena dianggap bahwa Risiko Bencana di Kota Bandung yang paling tinggi adalah Kebakaran. Akan tetapi sungguh aneh bahwa data yang tersedia hingga saat ini adalah Kajian Risiko Bencana Banjir dan Gempa Bumi saja, sedangkan Peta Kajian Bahaya Kebakaran di Kota Bandung tidak tersedia. Ungkap Uceu dari Forum Pengurangan Risiko Bencana Kota Bandung.

Ebet, peneliti muda di BPBD Provinsi Jawa Barat yang turut hadir bersama tim. Banyak gagasan – gagasan luar biasa yang di keluarkan dari Rumah Gagasan Bandung, sering kali gagasan-gagasan ini membuat orang-orang terperanjat baru sadar dengan kondisi Risiko Bencana di sekitarnya. Perlu diapresiasi dan di carikan solusi tindak lanjutnya sesuai dengan kapabilitas dan kewenangan dinas terkait.

Dalam kesempatan ini turut hadir , Plt Kadiskar PB Bandung Gungun Sumaryana, Kabid Pencegahan Yosep Heryansyah, Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Yusuf Hidayat, Kasi Mitigasi Bencana Amires, Kasi Penanggulangan Bencana Robi, Pekumpulan Pendekar Pencak Silat Indonesia Dedi , Ketua Forum PRB Bandung Trio.

Terkait audensi Rumah Gagasan, sangat luar biasa karena memang banyak hal hal yg sangat dibutuhkan diskar PB bandung selaku pengampu sub urusan kebakaran dan sub urusan bencana, insya ALLAH akan dilanjutkan dengan FGD sebagai totalitas dalam pelaksanaan tugas berkolaborasi dengan seluruh elemen yg ada di kota bandung, Tutup Plt Kadiskar PB Kota Bandung Gungun Sumaryana.

(Mulyani)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button