Sergapreborn, Sampit – Kalteng. Upaya pemerintah untuk membersihkan gelandangan pengamen jalanan disejumlah lampu merah di Kabupaten KotawaringinTimur( KOTIM ) kota sampit, tampaknya tidak digubris.
Pasalnya meski dilakukan penertiban kesejumlah lampu merah, masih saja pengamem lampu merah , anak-anak yang masih dibawah umur, berlenggang masih bebas menjalankan aksinya.
“Seperti yang kita lihat bersama para gepeng ini masih tetap berleliaran diseputaran lampu merah.
Herman, ( 40 ) kepada wartawan Sergapreborn, Jum at, 10/12/2021, sekira pukul 11.00. Wib mengatakan, katanya beberapa hari yang lalu ada penertiban Gelandangan Pengemis ( GEPENG ) disetiap lampu merah di Kota Sampit, tapi kenyatanya kok masih ada saja disejumlah lampu merah itu, semestinya untuk menertipkan gepeng ini perlu keseriusan dari pihak pemerintah daerah maupun pihak terkait lainya demi kenyamanan dan keamanan bersama.
“Kalau hal ini terus menerus dibiarkan mesalkan ada terjadi sesuatu yang dapat membahayakan orang lain maupun terhadap para gepeng itu sendiri, lantas siapa yang akan bertanggung jawab.
“Saya terlejut pada saat saya stop dilampu merah, Jalan HM Arsyad, saat itu lampu masih merah ada anak- anak yang masih dibawa umur sambil mengayunkan gitarnya ketok-ketok kaca pintu,selang beberspa detik, lampu sudah hijau saya langsung jalan, eh sianak itu kok masih saja ketok-ketoj kaca pintu sambil mengikuti mobil yang sedang berjalan pelan pelan, na misalnya ada terjadinya kecelakaan atau ada sesuai yang tidak diinginkan siapa yang akan bertanggung jawab,” kata warga.
Tentunya dengan keadaan seperti itu saya sebagai masyarakat, sudah merasa resah, harapan saya kepada pihak pemerintah daerah dapat menyikapi secara sungguh-sungguh, dalam membrantas pengen jalanan yang selalu mangkal disetiap lampu merah, di Kota Sampit,” pungkasnya. ( Suryadi)







