Sergapreborn Kab.Kerinci. SMA Negeri 4 Kerinci resmi membuka Pekan Gelar Karya selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 7–10 September 2026. Dengan mengusung tema “Merdeka Berkarya, Budaya Terjaga”, kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk menampilkan kreativitas sekaligus mengenal dan mempraktikkan tradisi daerah Kerinci.
Kepala SMAN 4 Kerinci, Nelly Afrianty, S.Si.,M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik.
“Kita ingin memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas dan karakter. Kreativitas dan pelestarian budaya harus berjalan beriringan agar identitas Kerinci tetap dikenal dan diwariskan ke generasi berikutnya,” ujar Nelly Afrianty.
*Hari Pertama Dibuka dengan Arak-arakan Tradisi Balahak*
Semarak kegiatan dimulai sejak hari pertama. Masing-masing kelas menampilkan tradisi Balahak dalam bentuk arak-arakan. Penampilan ini menjadi daya tarik utama sekaligus wujud keterlibatan siswa dalam melestarikan budaya lokal.
Balahak sendiri merupakan tradisi arak-arakan atau iring-iringan yang dikenal dalam berbagai kegiatan adat masyarakat Kerinci. Di sejumlah wilayah, termasuk Siulak, pelaksanaannya memiliki bentuk, perlengkapan, musik pengiring maupun tujuan yang berbeda sesuai konteks adat setempat.
*Ragam Lomba Seni dan Kreativitas*
Sepanjang kegiatan, siswa bersaing dalam berbagai perlombaan, antara lain :
1. Final Vokal Solo Putra dan Putri
2. Cipta dan Baca Puisi
3. Tari Kreasi
4. Vokal Solo Lagu Daerah Kerinci
5. Tari Kreasi Tradisional
6. Parno Adat
7. Pengolahan Makanan Tradisional
8. Karya Akademik hingga Pameran Stand Kelas
Berbagai lomba ini dirancang agar siswa tidak sekadar tampil. Mereka juga diajak memahami nilai, cerita, identitas serta pengetahuan yang terkandung dalam setiap seni dan tradisi yang ditampilkan.
Kegiatan cipta baca puisi, karya akademik hingga pengolahan kuliner tradisional menjadi ruang bagi siswa menuangkan ide sekaligus mengenali kekayaan budaya daerahnya.
*Pembelajaran Kontekstual dan Pembentukan Karakter*
Pekan Gelar Karya menjadi bentuk pembelajaran kontekstual yang mempertemukan kreativitas siswa dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
“Proses pendidikan tidak hanya diukur dari hasil ujian. Keberanian tampil, kemampuan bekerja sama, kreativitas, pemecahan masalah dan kepedulian terhadap budaya daerah juga bagian penting dari pembentukan karakter,” tambah Nelly.
Melalui kegiatan ini, tradisi lokal tidak hanya ditempatkan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi sebagai sumber pembelajaran yang terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi muda.
[Sergapreborn].







