Pantau Penyekatan Jalur Mudik, Bupati Bogor Putar Balik Bus dan Travel Yang angkut Pemudik

0
58

BOGOR – GADOG – Sergapreborn

Bupati Bogor Ade Yasin bersama Forkopimda Kabupaten Bogor, melakukan pemantauan penyekatan jalur mudik di Pospam Simpang Gadog Ciawi Kabupaten Bogor, Rabu (12/5). Dari hasil pantauan langsung Bupati Bogor berhasil memutar balik bus dan travel yang berisi pemudik yang mencoba mengelabui petugas agar bisa lolos mudik.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, peninjauan penyekatan jalur mudik wilayah Gadog menuju Puncak, Cianjur dan Bandung, berdasarkan data sejak diberlakukannya larangan mudik pada 6 Mei 2021 sudah ada 9.000 kendaraan yang berhasil diputar balik dari total 25.000 kendaraan yang diperiksa.

“Pengetatan jalur mudik akan terus dilakukan sampai 17 Mei 2021 selama 24 jam. Pemeriksaan ini kita lakukan tidak hanya pemudik juga untuk kendaraan yang mencurigakan. Hari ini saya berhasil putar balik kendaraan travel dan bus pengangkut pemudik, mereka coba kelabui petugas barangnya mereka angkut pakai bis dan travel penumpangnya naik angkot, kita putar balik tidak ada toleransi karena mudik ini memamg dilarang,” ungkap Ade Yasin.

Menurutnya, selain pemudik juga tindakan dilakukan terhadap sebuah truk yang mengangkut anak-anak untuk takbir keliling. “Tadi kita putar balik, takbir keliling ini dilarang tadi juga kapasitasnya sangat penuh sekali sangat membayakan, kita amankan truknya dan anak-anak diminta untuk turun,” tegas Bupati.

Lanjut Bupati Bogor menyatakan, untuk pengamanan arus balik juga yang akan dilakukan mulai 13-17 Mei 2021, perlakuan dan tindakan sama seperti halnya penyekatan jalur mudik. “Apabila ada yang saat berangkat lolos dari petugas, pada saat arus balik kami akan putar balik ke kampung halaman sebelumnya, tidak bisa masuk Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1442 Hijriyah, dirinya akan melaksanakan di salah satu mushola tidak jauh dari kediamannya. “Saya Shalat Ied di mushola dekat rumah, pelaksanaan Sholat Ied ini ada pembatasan hanya dapat dilaksanakan di masjid dan mushola di wilayah masing-masing tingkat RT dan RW supaya tidak nyebrang antar desa dan Kecamatan jadi di lingkup terkecil salatnya,” tutupnya.

(Eristo / Humas Diskominfo)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here