Riau Pekanbaru

Penyelundupan LPG 3 Kg Makin Marak Dari Riau Dugaan Dibawa Ke Tanjab Barat

Sergapreborn Batang Asam dugaan penyelundupan gas LPG 3kg dari Riau di bawa ke desa Suban Sri Agung dan Tran Suban Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjab Barat, terus bergulir 31/12/2021

Tim awak media mendatangi rumah BD di Simpang Rambutan Desa Suban Kecamatan Batanga Asam
iya mengangkut menyeludupkan Gas elpiji 3kg subsidiari, yang memiliki segel
PT. ADIPURA INDRAGIRI .
BD pun berdalih kepada awak media Saya ini mengambil gas karana permintaan masyarakat Desa sri Agung dan Desa Tran Suban karna kekurangan Gas LPG 3kg yang bersubsidi. Ukapnya

Saat awak media mendatangi waga masyarakat Inhil Riau mh (39) berkomentar kami pun sangat kekurangan Gas LPG 3kg bersubsidi
Di inhil riau ini. semenjak penyeludupan ini kami Kesusahan cari Gas LPG 3kg bersubsidi Kalau seperti ini kami yang dampaknya.

“Kami masyarakat inhil riau meminta kepada aparat penegak hukum agar segra di proses sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia.
Sesuai dengan Undang-Undang Migas, pelaku dikenakan Pasal 55 atau 53 huruf b, dengan ancaman pidana paling lama enam tahun penjara dan denda paling tinggi Rp 60 miliar,”

Barang bukti berupa satu unit mobil pikap Suzuki Mega Carry warna hitam BH 8014 EM, 300 tabung gas LPG 3Kg, bersubsidi

Elpiji subsidi itu diduga diperoleh dari salah satu pangkalan di Kecamatan selensen Kabupaten Indra giri hilir, dan akan dijual ke wilayah desa Suban desa Sri Agung dan Tran Suban kecamatan Batang asam Kabupaten Tanjab Barat.

BD mengangkut LPG 3 Kg bersubsidi sebanyak 300 tabung yang ditutup dengan papan dan terpal agar tidak terlihat.

BD mengaku membeli dari pangkalan di selenaen dengan harga di atas HET (harga eceran tertinggi) yaitu Rp 20 hingga 22 ribu per tabung, dan akan dijual kembali di wilayah kecamatan batang asam dengan harga Rp 28 ribu per tabung,” ukapnya

(Jun)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button