Beranda Kerinci Meski Disuplai PLTA, Kenapa PLN Masih Lakukan Pemadaman Bergilir Kerinci dan Sungai...

Meski Disuplai PLTA, Kenapa PLN Masih Lakukan Pemadaman Bergilir Kerinci dan Sungai Penuh

19
0

Sergapreborn kab.Kerinci. Banyak warga mempertanyakan alasan pemadaman bergilir masih terjadi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, meskipun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) kini telah beroperasi penuh dan menyuplai listrik dalam jumlah besar.

Menjawab pertanyaan tersebut, pihak PT KMH dan PLN akhirnya memberikan penjelasan terkait kondisi sistem kelistrikan Sumatra yang sempat mengalami gangguan besar pada 22 Mei 2026 lalu.

Manager PLTA PT KMH, Aslori, menegaskan bahwa seluruh turbin pembangkit kini telah beroperasi maksimal dan mulai menyuplai listrik ke PLN sejak 15 November 2025.
Selain itu, ia juga memastikan kapasitas listrik dari PLTA Kerinci sangat besar dan bahkan mampu memenuhi kebutuhan listrik hingga skala Provinsi Jambi.

Aslori menjelaskan, satu turbin PLTA mampu menghasilkan daya sebesar 87,5 megawatt. Karena itu, empat turbin yang kini aktif dapat memproduksi listrik hingga sekitar 350 megawatt.

“PLTA menyuplai listrik sesuai kebutuhan PLN. Pada siang hari biasanya sekitar 100 MW, sedangkan saat beban puncak mulai pukul 17.00 WIB hingga malam hari, suplai dapat mencapai 350 MW,” jelas Aslori.

Selanjutnya, ia mengatakan energi listrik dari PLTA tersebut mengalir ke jaringan transmisi Bangko–Koto Lolo–Sungai Liuk. Dengan kondisi itu, wilayah Kerinci dan Sungai Penuh sebenarnya memiliki cadangan listrik yang sangat memadai.

Menurutnya, pasokan listrik di daerah tersebut bahkan tergolong surplus.

“Untuk kebutuhan listrik Kerinci dan Sungai Penuh sangat berlebih. Bahkan untuk skala Provinsi Jambi juga masih surplus,” tambahnya.

Terkait terjadinya pemadaman bergilir, Aslori menegaskan bahwa itu untuk distribusi dan penyaluran ke masyarakat itu merupakan kewenangan PLN. PLTA sudah menyuplai sesuai permintaan dan kebutuhan PLN.

Sementara itu, Manajer PLN ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, menjelaskan bahwa PLTA KMH terhubung langsung ke jaringan SUTT 150 KV dan terkoneksi dengan sistem kelistrikan Sumatra.
Karena itu, ketika gangguan besar terjadi pada sistem listrik Sumatra pada 22 Mei 2026, suplai listrik dari PLTA Kerinci langsung di gunakan untuk membantu kebutuhan listrik di berbagai wilayah lain di Pulau Sumatra.

“Hampir seluruh Pulau Sumatra mengalami padam. Kecuali Kerinci dan Kota Sungai Penuh,” terang Eko.

Namun demikian, banyak daerah lain masih mengalami pemadaman sejak awal kejadian. Oleh sebab itu, PLN melakukan pengaturan beban listrik agar wilayah terdampak bisa kembali menyala secara bertahap.

Akibatnya, Kerinci dan Kota Sungai Penuh juga ikut menjalani pemadaman bergilir untuk membantu proses pemulihan sistem kelistrikan Sumatra.

PLN memastikan proses pemulihan sistem terus berjalan. Selain itu, pihak PLN juga meminta dukungan masyarakat agar kondisi kelistrikan Sumatra segera kembali stabil sepenuhnya.

“Kami mohon dukungan dan doa kepada semua pihak agar listrik kembali normal. Sehingga tidak ada lagi pemadaman bergilir,” tutup Eko Pitono.

Di sisi lain, penjelasan tersebut akhirnya menjawab keresahan masyarakat yang selama ini mempertanyakan alasan pemadaman bergilir masih terjadi, meskipun PLTA Kerinci telah menghasilkan listrik dalam kapasitas besar.

Kini, keberadaan PLTA Kerinci tidak hanya menjadi penopang listrik untuk Kerinci dan Sungai Penuh, tetapi juga ikut menjaga kestabilan pasokan listrik di Pulau Sumatra saat terjadi gangguan besar pada jaringan utama.

[Sergapreborn].

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini