Tasikmalaya

“Proyek Jembatan Diduga Tidak Berdasarkan Spektek”

Kota Tasikmalaya Sergapreborn

Pelaksanaan pengantian jembatan Leuwiliang-Bagogog yang sedang dilaksanakan oleh PT.Cahaya Terang dengan nilai anggaran yang cukup besar Rp.5.323.047. 723,08, kini berdasarkan informasi dan hasil cros chek dilokasi proyek tersebut saat ini tengah mengerjakan bagian sayap jembatan dengan pasangan tembok baru,namun pada pelaksanaannya diduga kuat terjadi penyimpangan, pasalnya pada pengerjaan pasangan tembok sayap nampak kedalaman galian pondasinya dinilai tidak seberapa diduga tidak berdasarkan gambar rencana,serta membungkus tembok bangunan lama dan batu-batu yang tidak digali, hal ini dapat mengurangi kwalitas dan kuantitas sehingga tidak menutup kemungkinan berdampak berkurangnya umur suatu bangunan,demikian ungkap nara sumber kepada sergap belum lama ini.

Lebih jauh menurutnya di lokasi proyek jarang sekali ada pengawas baik dari konsultan maupun dari pihak Dinas terkait yang mempunyai peran khusus sesuai kapasitasnya dan tanggung jawab secara teknis pekerjaan dilapangan,maka tidak menutup kemungkinan pihak yang melaksanakan leluasa semaunya tanpa adanya teguran bila terjadi suatu kesalahan baik secara disengaja atau tidak disengaja. Untuk itu berharap kepada pihak terkait perlu meninjau secara teliti ke lokasi sebelum pekerjaan lebih jauh mumpung masih dalam pelaksanaan bila benar adanya kesengajaan penyimpangan agar bisa diperbaiki atau dibongkar kembali.

Dalam menanggapi persoalan tersebut seorang aktifis pemerhati pembangunan pemerintah juga seorang Ketua Team 7 Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia Priangan Timur (LPPNRI) “Burhan Soejani” saat ditemui di kediaman nya mengatakan,bila suatu proyek tidak dilakukan pengawasan secara ketat dan benar maka sering terjadi permasalahan penyimpangan pada pisik bangunan yang sudah bukan rahasia umum lagi, lebih jauhnya dengan dilakukan pencurian volume yang bertujuan agar pihak pengusaha dapat meraih keuntungan yang cukup besar.
“Hal itu bagi kami cukup menarik dan menjadi sebuah pertanyaan kepada Dinas terkait kalau ada suatu kejanggalan pada pelaksanaan pembangunan proyek,apakah itu suatu kesalahan dalam perencanaan atau kah memang unsur kelalaian yang melaksanakan,dan apakah memang sengaja kongkalingkong antara dua pihak atau lebih dengan secara bersama-sama” ungkapnya.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Tasikmalaya “Sandi Lesmana” saat dihubungi via telepon whatsaAp guna diminta waktunya untuk ditemui dikantor nya selalu beralasan sibuk,dengan singkatnya mengatakan untuk pekerjaan sayap, “itu bukan pekerjaan yang inti dan dikarenakan dalam kondisi galian terdapat batu cadas maka tidak mungkin bisa digali maksimal” ,terangnya.

Sementara pihak rekananan sangat susah dihubungi,hanya sebatas janji dari seorang pelaksana mau menemui pihak Awak Media “Sergap”,namun hingga berita ini diterbitkan tidak ada menemui.

(Team)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button