Kerinci

Salah Satu Calon Kepala Desa Pondok Kerinci Tidak Mau Hadir, Acara Pengambilan Sumpah Untuk Tidak Money Politik Dalam Pilkades “Ada apa ? “

Judul : Salah Satu Calon Kepala Desa Pondok Kerinci Tidak Mau Hadir, Acara Pengambilan Sumpah Untuk Tidak Money Politik Dalam Pilkades “Ada apa ? ”

Kerinci. Pemilihan Kepala Desa yang akan dilaksanakan serentak di 153 desa dari 287 desa yang ada di kabupaten Kerinci, sangat diharapkan berjalan dengan sukses dan dapat menghasilkan orang-orang yang terbaik dari yang terbaik pilihan masyarakat . Agar kepala desa terpilih dapat membawa perubahan dan amanah serta lebih mementingkan kepentingan masyarakatnya daripada kepentingan pribadinya.

Atas desakan masyarakat, BPD dan panitia Pilkades desa Pondok melaksanakan acara, Sumpah diatas Al-Quran bagi para calon kepala desa didalam masjid Pondok, agar tidak berlaku curang melakukan money politik dalam Pilkades kali ini ( selasa 23/3/2021 ). Karena masyarakat desa Pondok selama ini merasa dibohongi oleh kades yang lalu dan Pjs sekarang, serta bagi calon kepala desa yang menang nantinya akan dapat melaksanakan pemerintahan desa yang bersih dan transparan dalam pengelolahan anggaran.

Acara yang penting bagi calon kades Pondok hanya diikuti oleh 4 orang calon, dari 5 calon kades. Dari BPD dan panitia Pilkades sudah melayangkan undangan dan pemberitahuan secara lisan. Calon nomor urut 1 atas nama Indra Jaya yang juga mantan kades Pondok tidak menghadiri acara sumpah untuk tidak melakukan kecurangan money politik.

Sehingga menjadi pertanyaan besar “Mengapa Indra Jaya tidak mau hadir dan Ada apa ? ” Seharusnya peserta nomor urut 1 dapat menjadi contoh bagi 4 calon kades karena dia pernah menjabat sebagai kades Pondok dan lebih tahu betapa pentingnya menunjukan sikap politik bersih kepada masyarakat.

Dalam kata sambutannya Camat Nasrul Bukit Kerman menyampaikan “Mengapresiasi sekali acara pengambilan sumpah ini karena acara ini sakral dan bertujuan baik agar dalam Pilkades nanti para calon bersikap jujur dan tidak berusaha main money politik dan lebih baik uang untuk money politik dipakai untuk keluarga.”

Saat diminta tanggapannya ketua BPD Jupriyadi meminta “calon kades bertanggung jawab atas semua yang telah disepakati, dan untuk adanya calon kades yang tidak hadir, sangat disayangkan karena acara ini sangat penting, dimana para calon kades dapat menunjukan keseriusannya dan memang berniat akan membangun desa Pondok serta Pilkades yang bersih dan jujur.”

” Kami selaku calon kades Pondok yang telah hadir mengucapkan terimakasih kepada BPD dan panitia Pilkades serta masyarakat yang telah melaksanakan acara ini. Harapannya siapapun terpilih dapat menjadi kades yang baik dan menjalankan roda pemerintahan, bisa bekerja sama dengan masyarakat dalam membangun desa dan akan transparan dalam pengelolaan anggaran.” Ujar salah satu calon kades.

( EKA )

Sergapreborn

Menegakan Kebenaran Demi Hukum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button