Tasikmalaya
Trending

Sapi Bantuan kelompok Diduga Di Selewengkan


Tasikmalaya, Sergapreborn Bantuan Sapi Di kandang inti Kelompok kini Tersisa 1 Ekor dari jumlah 20 Ekor,
berdasarkan pantauan awak media Jum’at, 2/12 2022 dilokasi kandang kelompok nampak hanya ada sisa 1 ekor sapi, beralamat di Kp.Sirnasari desa Keputihan kecamatan Jatiwaras kabupaten Tasikmalaya.

Wawancara Dengan Sergapreborn

Berita yang beredar dimasyarakat bantuan sapi dari sejumlah 20 ekor kini tersisa 1 ekor. Sapi tersebut merupakan bantuan dari aspirasi Dewan pusat partai Gerindra anggaran Tahun 2021,diterima oleh kelompok “tani sirnasari”.

Informasi dilapangan yang dihimpun “Trans, sapi yang sebagian ada di masing-masing yang mengurus dengan dalih secara bagi hasil, namun tidak menutup kemungkinan sebagian sapi diduga telah dijual, dan menurut keterangan dari segelintir masyarakat bahwa ketua kelompok “Lili adalah seorang bandar sapi.

Ketua kelompok “Lili” saat ditemui “Awak Media” di kediaman nya yang tidak jauh dengan kandang sapi kelompok saat dimintai penjelasan nya mengatakan,
“Sapi sebagian yang berjumlah 19 ekor nya ada di masing-masing anggota,
“Jadi sapi bantuan masih lengkap 20 ekor, sehubungan kami disini kerepotan mengurus dengan lokasinya kurang memadai,makanya di simpan di masing-masing anggota sejumlah 19 orang”, terangnya.

Dalam menanggapi persolan mengenai bantuan ternak berupa sapi Ketua Tim 7 Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPRNI) Priangan Timur “Burhan Soejani saat ditemui Awak media mengatakan, prihal bantuan yang dikucurkan baik dari anggaran murni ataupun melalui aspirasi Dewan pada dasarnya sama saja bersumber dari keuangan Negara, maka perlu adanya pengawasan yang extra demi tercapai nya harapan yang positif untuk memajukan atau mensejahterakan masyarakat melalui bantuan pemerintah, jangan sampai dijadikan azas kepentingan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Untuk itu saya mohon kepada pihak yang berkopenten segera turun tangan guna menindak tegas para pelaku yang berani melawan atau bertentangan dengan hukum yang berlaku di Negara Indonesia, apalagi itu menyangkut bantuan yang di danai cukup besar.

“Jumlah bantuan sapi jenis PO sebanyak 20 ekor bila dikalkulasikan dengan harga satuan 20 juta maka anggaran nya cukup besar, belum ditambah anggaran pembinaan/atau pendampingan dari Dinas Terkait, jangan sampai isu beredar diduga pihak kelompok bekerja sama dengan pihak Dinas demi mendapatkan keuntungan pribadinya, kalau kenyataan nya sapi tidak ada di kandang kelompok inti jelas itu sudah menyalahi dan harus dipertanggung jawabkan”, ungkapnya.
Team AWP

(Adhera)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button