Sergapreborn Kuningan Situs Keramat Sawah Luhur di Desa Cantilan Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan, merupakan Situs bersejarah yang sangat dikeramatkan oleh warga setempat, karena ditempat tersebut terdapat Makom Buyut Bodas dan Embah Duyuk yang berasal dari kesultan Cirebon.
Yana Kasi Pemerintahan Desa Cantilan menceritakan, sekitar tahun 1811 sebanyak 32 orang utusan dari kesultanan Cirebon yang dipimpin oleh Buyut Sinagar datang ke Kampung Cipicung untuk mendirikan sebuah padukuhan, tetapi gagal karena daerah itu dianggap kurang cocok, lalu Buyut Sinagar pergi ke arah timur kampung Babakan dan menetap disanan,” katanya.
Untuk selanjutnya tampuk kepemimpinan di pegang oleh Buyut Bodas dan Embah Dawuk dan beliau mendirikan padukuhan di daerah Majalangu yang sekarang ( Sawah Luhur), setelah beberapa tahun menetap disana banyak sekali kejadian diluar nalar dan akhirnya mereka memutuskan untuk berpindah tempat.
“Kemudian mereka berjalan kaki ke arah utara menyebrangi Kali Cicantilan dan mendirikan padukuhan/Desa yang diberi nama CANTILAN, yang diambil dari nama Sungai Cicantilan dan pemerintahan di pimpin oleh Buyut Bodas dan Embah Dawuk,” ungkapnya.
Setelah itu menurut Yana, beberapa tahun kemudian Buyut Bodas menyerahkan jabatannya kepada salah seorang menjabat Lebe, yang dikenal dengan gelar Bewu ( Lebe dan Kuwu ), dan beliaulah sebagai Kuwu pertama dalam sejarah berdirinya Desa Cantilan memimpin selama 32 tahun dimulai sejak tahun 1811 s/d 1843.
Sementara Dudi Rusyandi S.pd. M.M, PJS Kepala Desa Cantilan menyampaikan bahwa Situs Keramat Sawah Luhur merupakan Situs bersejarah dan sebagai cikal bakal berdirinya Desa Cantilan, untuk itu bagi warga jangan sampai menebang pohon dilokasi situs agar terjaga kelestariannya.
Selanjutnya Dudi, berharap Situs Sawah Luhur bisa diakui terdaptar di Kabupaten, dan dibangun untuk dijadikan tempat wisata religi, karena saat ini selalu ramai oleh peziarah yang datang dari berbagai daerah apalagi di malam Jum’at Keliwon,” Pungkasnya.
( Tim )







