Opini Nasional

SPIRIT IDUL ADHA DAN KEPEMIMPINAN PROFETIK DALAM MENGHADAPI PANDEMI

COVID 19 Refleksi Idul Adha dan Keteladanan Nabi Ibrahim

Oleh: Dr. Heri Solehudin Atmawidjaja

Opini Nasional – Sergapreborn

Pendahuluan Bulan ini merupakan bulan yang sangat bersejarah bagi umat Islam, yaitu Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijah 1442 H), Idul Adha identik dengan Idul Qurban yang mengingatkan kita kepada sebuah peristiwa sejarah penting, yang menunjukkan pelajaran amat sangat berharga.

Idul Adha telah mendorong kita untuk mengingat dan mengambil pelajaran dari kisah kesabaran Nabi Ibrahim dan Ismail dalam perjalanan cintanya kepada Allah SWT. Kesabaran transendental ini merupakan modal spiritual yang sangat berarti, saat ini ditengah makin carut marutnya persoalan yang kita hadapi karena semakin kompleks dan menuntut kesabaran kolektif yang tinggi.

Kita dihadapkan pada situasi yang penuh dengan volatility, uncertainty, complexity, ambiguity yang telah mengubah seluruh tatanan kehidupan kita.

Jika dikaji secara mendalam maka dapat ditemukan bahwa salah satu masalah mendasar dalam mengurai benang kusut kompleksitas persoalan negeri ini adalah masalah kepemimpinan.

Kepemimpinan ini dianggap sebagai pondasi dasar, managemen kepemimpinan yang ko bagus akan membawa pada tercapainya tujuan bernegara tapi sebaliknya managemen yang buruk akan membawa pada kehancuran tatanan berbangsa dan bernegara. Dalam kondisi pandemi Covid 19 kepemimpinan diuji dan kualitas kepemimpinan akan menunjukkan pemimpin yang sebenarnya, bukan pemimpin yang besar karena pencitraan palsu atau yang dibesarkan oleh media, pemimpin yang benar-benar otentik.

Salah satu tugas seorang pemimpin adalah menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyatnya, melepaskannya dari kemiskinan dan ketertindasan atau disebut liberasi.

Sejalan dengan itu maka kepemimpinan dimaknai sebagai cara ataupun metode yang digunakan oleh pemimpin untuk memberikan motivasi, masukan, dan kritikan pada orang yang dipimpinnya, dengan tujuan agar semuanya mau bersama-sama dalam mewujudkan visi dan misi pemimpin. Kepemimpinan Profetik

(****)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button