Kalimantan Tengah

Diduga Kenerja Kejaksaan Negeri Kotim Melempem Tidak Ada Satupun Kasus Korupsi Yang Terungkap

Sergapreborn Sampit – Kalteng Sudah saatnya intitusi penegak hukum menunjukan kenerja yang baik dan memberikan kepuasan terhadap masyarakat dalam menjalankan tugas untuk memerangi korupsi, jangan sampai keperyaan masyarakat menurun dikarenakan tidak ada satupun kasus korupsi yang tersangkanya berlanjut ke Pengadilan.

” Aktivis Forum Komonikasi Pewarta Kepolisian Republik Indonesia, ( FKPK.RI) Wakil Ketua Perwakilan Kalimantan Tengah ( Kalteng ) Misnato, Jum at, 04/11/2022.
Mengungkapkan, sampai saat ini
kinerja Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, ( Kalteng ) Donna Rumiris Sitorus, belum ada satupun kasus dugaan korupsi yang berhasil terungkap ungkap, Misnato.

Padahal banyak kasus-kasus besar yang masih mandek di Kejaksaan Negeri Kotim hingga saat ini belum ada satupun yang dimunculkan kembali atau diproses sesuai hukum yang berlalu.

Namun demikian, taring Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur dalam menggungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi belakangan ini benar benar belum terlihat.

Bahkan sampai saat ini, tidak ada kasus korupsi yang berhasil diungkap.

Pergantian Kepala Seksi Pidana Khusus beberapa kalipun tidak memberikan pengaruh yang sangat signifikan dalam mendukung kejaksaan mengungkap hal itu.

Sudah dua kepala kejaksaan negeri sebelumnya hingga kini berganti lagi, mereka mencatat tidak ada kasus korupsi yang berhasil ditangani oleh penyidik tindak pidana korupsi pada Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur itu.

Tentunya ini jauh dari kinerja Kepala Kejari Kotim sebelumnya yakni Wahyudi sekitar 3 tahun menjabat mampu mengungkap banyak kasus yang telah merugikan keuangan negara mencapai angka miliaran rupiah.

Selain itu, Wahyudi juga mampu menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 538.187.200 dan denda Rp 100 juta dari beberapa kasus yang mereka tangani pada 2017 silam. Serta pada 2018, mereka memproses kasus pertanahan di lingkungan BPN Kotim yang menyeret mantan Kepala BPN kala itu.

Menurut Misnato, jika melihat data tersebut tentunya kinerja Kejari Kotim dalam menangani kasus korupsi jauh menurun sejak pucuk pimpinan dari Wahyudi kepada Hartono. Mereka merilis sepanjang kepemimpinan Hartono dari 8 Agustus 2019 hingga digantikan Erwin Purba pada 8 Maret 2021 hanya ada satu kasus yang dinaikkan ke proses persidangan, yakni kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Wartono Suharjo. Itupun, kata dia, proses penyidikannya dilakukan saat kepemimpinan Wahyudi.

Saat Hartono diganti Erwin, dan selama setahun menjabat tepatnya Selasa, 3 Maret 2022, tidak ada satupun produk hukum yang dinaikkan sampai ke proses sidang, meski ada sejumlah kasus ada ditangani namun sejauh ini belum diketahui sejauh mana pengungkapannya.

“Bisa dikatakan kinerja Kejaksaan Negeri Kotim menurun dan belum memberikan kepuasan terhadap masyarakat kotim.

Sejak beberapa tahun terakhir ini, ada kasus dana desa yang mereka sidangkan beberapa waktu lalu itu merupakan hasil penyidikan oleh Polres Kotim artinya bukan produk mereka,” tegas Misnato.

Misnato berharap, di kepemimpinan baru ini, yakni Donna Rumiris Sitorus, bisa kembali menggenjot kasus korupsi di Kabupaten Kotawaringin Timur agar Kejari Kotawaringin Timur bisa kembali menunjukkan taringnya kalau mereka mampu menangani kasus korupsi.

Selain itu juga, kata Misnato, mereka akan menyurati Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur mempertanyakan sejumlah kasus yang sudah mereka tangani dan sempat mencuat ke media beberapa waktu lalu, sejauh mana perkembangannya.
“Jangan sampai tidak jelas proses hukumnya, kami akan surati kajari baru dan tembuskan ke Kejaksaan Tinggi hingga Jaksa Agung pertanyakan kasus yang mereka tangani, jangan sampai karena tidak jelas ini melemahkan kepercayaan masyarakat kepada mereka dalam menangani kasus tersebut,” tegas Misnato.

(Kr)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button