Di Duga”Tidak Transparan Dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2020 Yang Dilakukan Bustami Pjs Kades Punai Merindu 4 Kerinci”

0
65

Kerinci – Sergapreborn

Seharusnya anggaran dana desa yang diperuntukkan
memajukan desa dan masyarakat, justru digunakan untuk kepentingan pribadi kepala desa dan tidak transparan dalam pengelolaan anggaran tanpa melibatkan bendahara desa selaku penanggungjawab keluar masuknya dana desa serta tidak melibatkan BPD selaku pengawas , hanya sekretaris desa yang dilibatkan. Maka diduga, sekarang banyak kepala desa dan sekretaris desa yang terlibat kasus korupsi anggaran desa.

Hasil investigasi lapangan di desa Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci yang dilakukan aliansi media Sergapreborn, LSM Gasak, LSM Fakta dan LSM Sembilu terhadap laporan dari masyarakat didesa tersebut ( /1/2021 ) .

Selama desa Punai Merindu dijabat Pjs kades Bustami hanya tampak satu pembangunan / pekerjaan fisik peninggian tembok Drainase lebih kurang 40 meter dengan anggaran yang mencapai 60 juta rupiah, diduga ada mark up, dan pekerjaan itu tumpang tindih karena drainase yang dibangun diatas drainase lama dan hasilnya tidak memenuhi standart mutu.

Dana bantuan Provinsi Jambi 60 juta rupiah tidak jelas kegunaannya, serta diduga banyak dibuat pekerjaan SPJ fiktip. Dana kegiatan bidang pemberdayaan, khususnya pelatihan banyak diduga fiktif.

Pjs. Kades Bustami dalam melakukan pencairan dana desa diduga tanpa melibatkan bendahara , bendahara tidak tahu pemasukkan dan pengeluaran dana desa . Karena dana dipegang / dikuasai oleh Pjs kades Bustami . Saat ditemui tim investigasi aliansi yaitu wartawan Sergapreborn, LSM Gasak, LSM Fakta dan LSM Sembilu , Pjs kades Bustami di bantu sekretaris desa Tedy Renaldy , menyangkal tidak melibatkan bendahara dalam pengelolaan dana dengan alasan “Bendahara takut uang yang sudah dicairkan jika berada di rumahnya akan hilang atau di curi orang , jadi uang diserahkan ke Pjs kades Bustami”. Jawaban yang tidak masuk akal dari Pjs kades Bustami.

Tetapi sangat bertentangan dengan wawancara tim investigasi aliansi dengan bendahara desa Punai Merindu. (18/1/2021). Yang menyatakan ” Bahwa ketika mau pencairan dana, Bustami 4hanya menyodori cek kosong untuk ditandatangani tanpa tertera berapa nilai yang dicairkan dan pencairan dilakukan Pjs kades serta dana dipegang / dikuasai Pjs Kades. Jadi semua pemasukkan dan pengeluaran dilakukan Pjs kades dan untuk bukti-bukti SPJ dibuat bersama sekretaris desa Punai Merindu.”

Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) dari dana desa tahun 2020 , menurut narasumber yang tidak mau disebutkan namanya , ada tercantum orang yang sudah meninggal ( dimasukan kategori dapat BLT ) ada 9 orang , diduga dana tersebut masuk ke kantong pribadi Pjs Kades.

Dan adanya pemotongan Honor Gharim Masjid, Guru Ngaji, Pengurus Karang Taruna dan operasional PKK dalam jumlah yàng amat besar dari Januari 2020 hingga sekarang.

Dari aliansi investigasi lapangan tersebut telah melayangkan surat Nomor : 090/LSM-GASAK/I/2021 perihal konfirmasi terkait adanya dugaan sejumlah penyimpangan pada pengelolaan Dana Desa Punai Merindu Kec Danau Kerinci Barat Kab Kerinci tahun anggaran 2020 ke Pjs Kades Punai Merindu ,tetapi sampai sekarang belum ada jawaban tertulis . Sehingga tim aliansi investigasi / LSM Gasak melanjutkan laporan ini kepihak Kejaksaan Negeri Sungai Penuh untuk dapat mengambil langkah hukum atas adanya dugaan penyimpangan tersebut , dengan Nomor surat : 0015/LSM-GASAK/II/2021 tetapi sampai sekarang belum ada tindakan dengan alasan masih menunggu pemeriksaan dari inspektorat kab. Kerinci .

( EKA )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here