Tambun Selatan,–Sergapreborn”Lagi-lagi tawuran antar pelajar yang menyebabkan korban jiwa kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang pelajar berinisial ASW (15) di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
“Korban yang merupakan siswa SMP Negeri 4 Jatimulya, tewas akibat terkena sabetan senjata tajam saat tawuran dengan pelajar dari SMP Negeri 15 Tambun Selatan.
“Sementara rekan korban berinisial MF (16), masih selamat meski mengalami luka-luka. Saat ini korban sedang menjalani perawatan medis.
“Aksi tawuran dua kelompok pelajar tersebut sengaja direkam dan diunggah ke media sosial, Dari rekaman terlihat para pelaku tawuran berboncengan sepeda motor ke lokasi yang sudah disepakati.
“Satu orang berjaket hijau putih, memakai helm dan tas kemudian turun membawa senjata tajam sejenis celurit dan langsung berlari ke arah lawan, sementara rekan-rekannya menyupport dari belakang sembari merekam aksi tersebut.
“Aksi saling serang menggunakan senjata tajam pun terjadi. Terlihat pelajar berjaket hijau mendominasi pertikaian dan berkali-kali menghujamkan celurit ke arah lawan.
“Setelah korban tak berdaya, mereka pun segera kabur dari lokasi. Sedikitnya ada dua korban yang mengalami luka bacok. Satu di antaranya meninggal dunia, sedangkan satu lainnya masih dalam perawatan.
“Menurut informasi yang saya dapat, ada satu orang meninggal dari SMP Negeri 4. Yang satu lagi luka tusuk di bagian bahu dari SMP Negeru 4 juga,”pungkas Suardi, warga sekitar.
“Setelah video tawuran viral, Polisi memburu para pelaku dan menangkap empat orang, termasuk pelaku utama yang menyebabkan korban tewas.
“Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Twedi Aditya mengatakan peristiwa tawuran tersebut bermula dari komenan korban MF terhadap postingan Instagram pelaku, pada Rabu, 21 Februari 2024.
“Kemudian keduanya saling menantang hingga akhirnya terjadi kesepakatan untuk duel dua lawan dua menggunakan celurit di Jalan Boulevard Kavling 1 Grand Wisata.
“Kedua korban datang bersama teman-temannya sekira 8 orang. Sedangkan pelaku 2 orang datang bersama teman-temannya sekira 18 orang dengan mengendarai sekitar 10 motor,” ujar Twedi kepada awak media, Rabu (28/2/2024).
“Dua orang pelaku kemudian turun dari motor dan langsung berlari ke arah korban. Saat hendak menghampiri pelaku, korban ASW melompat dan jatuh telentang. Alhasil korban langsung dibacok oleh pelaku beberapa kali hingga tak sadarkan diri. Selanjutnya pelaku beralih ke korban MF dan langsung menyabetnya pakai sajam sejenis celurit.
“Tidak lama kemudian teman-teman dari pelaku melerai dan para pelaku beserta teman-teman pelaku pergi meninggalkan TKP,” ujar Twedi.
“Meski terluka, korban MF berusaha menolong ASW dengan membawanya menggunakan sepeda motor menuju rumah sakit. Namun di perjalanan MF tak kuat membonceng dan akhirnya digantikan oleh rekannya yang lain.
“Sesampainya di RS Permata, dilakukan perawatan di IGD, namun saudara ASW dinyatakan meninggal,” ungkap Twedi.
“Dari hasil pemeriksaan, ASW mengalami luka sobek di bagian dada atas, siku kiri, lengan kiri, kening, paha dan kaki. Sedangkan MF luka di bagian ketiak dan jari tangan.
“Korban kemudian dibawa ke RSUD untuk dilakukan visum luar karena pihak keluarga keberatan dilakukan outopsi,” papar Twedi.
Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan empat orang pelaku yang terlibat atas kematian korban, termasuk pelaku utama.”pungkas Twedi.
( udin sirajudin )








