Sergapreborn. Kotim Masyarakat keluhkan mobil besar jenis tronton dan kontaener yang parkir dibahu Jalan di seputaran SPBU Bundaran KB Jalan Hm Arsyad, Kecamatan Mentawabaru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur ( Kotim ) yang sedang melangsir Bahan Bakar Minyak BBM jenis Solar, membuat pengendara umum merasa tidak aman dan ketar ketir akan keselamatanya, pasalnya selain kanan kiri jalan tersebut dipadati oleh mobil mobil pelangsir, yang parkir dibahu jalan membuat ruas jalanya terlalu sempit juga jalanya sangat licin.
Seperti yang kita lihat bersama Sabtu, 12/10/2024 sedikitnya ada puluhan mobil besar yang sedang parkir dibahu jalan tanpa ada memikirkan keselamatan pengendara umum sementara pengendara umum merasa kesulitan untuk melintasi jalan tersebut, diharapkan pihak terkait Satlantas Polres Korim, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur, dapat menertipkan mobil mobil besar yang parkir dibahu jalan agar pengendara umum merasa aman dan nyaman melintasi jalan tersebut.
Sementara ( Siti ) 40 tahun yang keseharianya bekerja sebagai penjual sayur kepada media ini Sabtu, 12/10/2024 mengatakan, saya sekarang merasa was was kalau melintasi diseputaran SPBU Bundaran KB dikarenakan banyak mobil besar yang parkir dibahu jalan, apalagi saya setiap malam sekitaran jam 07.00 Wib pulang dari pasar, jalan itu sangat padat dan mobil yang parkir diseputaran SPBU tersebut tidak teratur ditambah jalan tersebut sangat licin harus extra hati hati, belum lagi terkadang saya pulang dari pasar, jalan pelan pelan tiba tiba ada sebuah mobil kontaener yang parkir disitu langsung keluar kejalan tanpa melihat belakang dengan terpaksa saya rem mendadak beruntung saya tidak jatuh, ucapnya.
Sementara pengendara lainya juga mengeluhkan hal yang sama, saya dulu pernah pake sepeda motor, tiba tiba ada mobil yang parkir di seputaran SPBU Bundaran KB tiba tiba keluar keaspal dan saya langsung rem mendadak ahirnya motor saya rusak dan tidak ada yang menolongnya, beruntung saya tidak kenapa napa jika saya sampai menabrak mobil tersebut siapa yang bertanggung jawab, ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi pihak Dishub Kotim.
( Ky )








