Tasikmalaya

Bantuan Dana Untuk Siswa SDN 1 Gunung Tanjung Diduga Pihak Sekolah Lakukan Pungli

Tasikmalaya,Sergapreborn

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun “Sergap” dilapangan beberapa wali murid/orang tua siswa yang anaknya menerima bantuan uang tunai, dari kelas 1 sampai kelas 3 masing-masing menerima Rp.225 Ribu dan kelas 4 sampai kelas 6 Rp.450 Ribu, mereka mengaku di pinta sebesar Rp.50 Ribu oleh pihak Sekolah dengan alasan biaya administrasi,demikian ungkap narasumber yang tidak mau disebutkan namanya baru-baru ini.

Menurutnya beberapa orang tua/wali murid menerangkan kalau anak nya yang sekolah di SDN 1 Gunung Tanjung telah mendapatkan bantuan uang tunai yang bersumber dari Aspirasi Dewan “Ferdiansyah” DPRRI komisi 10 partai Golkar ” dan pengambilan nya melalui Bank BRI terdekat, namun setelah uang diterima pihak sekolah memungut Rp.50 Ribu dengan dalih untuk biaya administrasi.
“Setelah uang di terima melalui Bank BRI saat itu juga pihak sekolah memungut uang sebesar Rp.50 Ribu ke masing-masing siswa/siswi yang menerima dengan dalih untuk biaya administrasi”,paparnya.

“Hal itu menurutnya Diduga oknum kepsek yang berwenang sebagai penanggung jawab di sekolah berinsiatif memungut biaya demi kepentingan belaka dengan alasan untuk biaya adrimistrasi, padahal itu jelas bantuan untuk siswa yang berhak menerima dalam katagori kurang mampu agar dapat meringankan beban keperluan yang menjadi kebutuhan sekolah”,terangnya.

Saat awak media melakukan cros cek ke masyarakat terhadap beberapa wali murid/orang tua siswa yang menerima bantuan, mengatakan mereka siap memberikan pernyataan dana bantuan yang mereka terima, yakni telah dipungut sebesar Rp.50 Ribu oleh pihak Sekolah.

Atas dugaan telah melakukan pungli dengan memotong atau memungut uang RP. 50.000 perorang/siswa maka oknum kepala sekolah SDN 1 Gunung Tanjung diduga telah melanggar UU no 31. tahun 1999 jo UU no 22 . tahun 2001. ( pungli adalah tindakan korupsi dan merupakan kejahatan luar biasa ),(red).

Kepala SDN 1 Gunung Tanjung Kabupaten Tasikmalaya “Dewi” saat di konfirmasi melalui Telepon WhatsaAp Kamis 15/12 kepada “Sergap”, menurutnya pungutan tersebut atas dasar kerelaan pihak wali murid/orang tua siswa tanpa ada paksaan atau target nominal sebesar 50 ribu, ada yang ngasih ada juga yang tidak sama sekali.
“Jumlah siswa yang menerima yaitu 61 orang/siswa, mulai dari kelas 1 sampai kelas 3 Rp.225 Ribu/Siswa dan kelas 4 sampai 6 Rp.450 Ribu/Siswa, bantuan tersebut bersumber dari Aspirasi Dewan “Pak Ferdiansyah” DPRRI partai Golkar, dan Alhamdulillah sudah diterima oleh siswa secara diambil oleh masing-masing di Bank BRI, Adapun yang disebut pungutan itu sifatnya kesadaran bukan secara langsung dipungut, kami tidak memaksa harus, tapi hanya sebatas kerelaan orang tua siswa sebagai pengganti biaya administrasi,” ungkapnya.

Dalam menanggapi persoalan tersebut Menurut Pengawas pendidikan Wilayah Kecamatan Gunung Tanjung “Tatang” kepada “Sergap” Kamis 15/12, atas adanya laporan yang diterimanya bahwa hal itu tidak ada paksaan,maka itu tidak jadi masalah, terkecuali sifatnya keharusan, dan dipatok sebesar yang disebutkan rp.50 Ribu, baru itu namanya menyalahi dan bisa menjadi permasalahan.
“Uang hasil yang diberikan ke pihak sekolah dari penerima hanya sebatas pengganti administrasi dan keperluan guru sukwan, kalau pun itu harus dikembalikan lagi kepada siswa silahkan dibicarakan gimana baiknya” ,jelasnya.
(Adhera AWP)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button