“BLT DD Tahun 2020 Desa Tebat Ijuk Dili Tidak Tepat Sasaran”

0
149

Kerinci – Setgapreborn

Alokasi Dana Desa yang seharusnya untuk masyarakat miskin dan yang terdampak pandemi Covid-19 tidak berlaku untuk desa Tebat Ijuk Dili dibawah pimpinan Yulianus .

Berdasarkan laporan dari warga ( yang minta dirahasiakan namanya ) dan hasil investigasi yang dilakukan Eko anggota LSM Fakta di Desa Tebat Ijuk Dili .
Maka saat diminta konfirmasi ( 5/3/2021 ) dikediaman kades , anggota LSM Fakta bersama wartawan Geger dan didampingi awak media Sergapreborn , kades Tebat Ijuk menjelaskan “Bahwa didesa Tebat Ijuk Dili BLT DD tahun 2020 sudah tepat sasaran dan tidak ada tumpang tindih dengan bantuan sejenisnya serta melalui rapat desa”

Tetapi saat diperlihatkan data dan hasil investigasi , Yulianus tidak banyak bicara lagi dan membenarkan semua data yang ada . Untuk pembagian BLT DD tahun 2020 tidak tepat sasaran , masih terdapat nama yang tidak layak menerima atau orang kaya , ada nama didalam daftar tetapi tidak berdomisili lagi di desa Tebat Ijuk Dili , ada nama istri atau suami aparat desa ( untuk pengalihan penerima aparat desa ) , dan ada nama yang terdapat di PKH tetapi tercantum juga sebagai penerima BLT DD .

Seperti nama M.Rasmi Rio yang diketahui sebagai pedagang beras , memiliki rumah permanent dan mobil , Zakaria ( haji 2x ) memiliki rumah jauh dikategorikan miskin dan diketahui dari dulu sebagai saudagar sapi, Amriadi juga saudagar sapi.

Anisawati istri BPD, Arisman ( istrinya sebagai staf desa ), Ade Erwan P dan Resi Yulantari adalah staf desa, Maya Efetri N istri staf desa, Neneng Marlina N istri staf desa, Novi Oktavia istri staf desa, Pira Wati istri staf desa, Jeki Wanjaya (diketahui sebagai sekdes Tebat Ijuk dan suami dari bendahara desa Tebat Ijuk Dili ) ada empat nama sebagai pensiunan PTPN dan ada penerima PKH serta nama yang tidak berdomisili di desa Tebat Ijuk Dili tetapi ada dalam daftar penerima BLT DD tahun 2020 .

“Penerima BLT DD tahun 2020 didesa Tebat Ijuk Dili diberikan salah sasaran , pengalihan nama aparat desa dan Yulianus sebagai kepala desa dan Pengguna Anggaran membiarkan dan tidak berusaha untuk merubah serta memberi penjelasan kepada warga , siapa yang lebih berhak menerima .” Ujar Eko anggota LSM Fakta.

( EKA )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here