Kerinci

Diduga Jadi Lahan KKN, Proyek Padat Karya BPJN IV Bermasalah

Sergapreborn Kab.Kerinci. Pemerintah meluncurkan Program pemberdayaan masyarakat dengan konsep padat karya untuk memberikan peluang kepada masyarakat atau kelompok, khususnya masyarakat yang bermukim disekitar proyek. Diharapkan program ini dapat membawa manfaat dan dapat dirasakan masyarakat langsung serta berkontribusi dalam program pemulihan ekonomi nasional.

Lain halnya yang terjadi di kab.Kerinci provinsi Jambi proyek padat karya membangun Drainase ( preservasi jalan ) BPJN IV TA.2022 diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya, karena disinyalir ada permainan kolaborasi antara oknum pengusaha Kerinci inisial AR bekerjasama Satker inisial DA dan PPK PJN IV inisial DE untuk mengeruk keuntungan besar, terlihat dari beberapa titik pekerjaan asal jadi tanpa melihat mutu pekerjaan, dan pekerjaan di subkon lagi serta tidak melibatkan masyarakat yang bermukim sekitar proyek.

Hasil penelusuran dan konfirmasi awak media SERGAPreborn hari Minggu, 29/5/2022 di lokasi pekerjaan drainase padat karya di sepanjang jalan raya desa Pentagen bersama Kepala tukang inisial RM mengatakan bahwa, “Pekerjaan ini milik AR, semua pekerja bukan masyarakat setempat, dan yang saya kerjakan yaitu sepanjang 3000 meter” Saat ditanya lebih lanjut apakah RM merupakan subkon pekerjaan proyek tersebut yang diberikan AR, RM mengiyakan sambil berlalu pergi. Setelah itu terjadi keributan antara RM dengan awak media, diduga RM tidak senang dengan kehadiran wartawan yang mengambil dokumentasi dan bertanya dengan para pekerja.

Pekerjaan tersebut diduga terkesan asal jadi dan tidak ada penggalian pondasi, lantai pasangan batu tidak ada pengecoran terlebih dahulu, hanya batu disusun tinggi baru disiram adukan semen dan pasir. Pada bagian lain tampak bangunan drainase roboh, diduga karena tidak ada galian pondasi. Dilokasi pekerjaan tidak ada pengawas dari BPJN IV, diduga ada kesengajaan dan kelalaian yang terstruktur untuk mendapat keuntungan yang besar.

Sikorman aktivis kab.Kerinci angkat bicara, “Kami minta Kepala BPJN IV Bosar Hasoloan Pasaribu segera sidak ke lokasi dan memerintahkan pembongkaran pekerjaan tersebut karena diduga memiliki kualitas rendah. Serta mengganti Satker dan PPK nya. Kami juga mempertanyakan apa fungsi dan tugas AR dalam pekerjaan padat karya tersebut. Apakah AR sebagai kontraktornya ? kenapa AR memberikan atau di subkon lagi ke orang yang tidak berada di wilayah proyek dan tidak melibatkan masyarakat setempat, inikan proyek padat karya yang seharusnya bisa berdampak ekonomi untuk masyarakat yang bermukim disekitar proyek.”

“Kami sebagai aktivis dan mewakili masyarakat berharap pekerjaan padat karya ini berkualitas bagus agar manfaat nya kbisa bertahan lama.” Tutup Sikorman.

Sampai berita ini di terbitkan AR, DA dan DE tidak bisa dikonfirmasi.

( EKA-bers )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button