Dua Mobil Pix Up Bermuatan Elpiji 3Kg yang diduga Akan diselewengkan ditangkap Petugas.

0
79

Sergapreborn. Sampit-Kalteng

Menidaklanjuti keresahan warga masyarakat tentang kelangkaan ketersediaan Gas LPG 3 Kg di kota Sampit akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh sebagian Pangkalan Gas LPG 3 Kg, yang diduga tidak menyalurkan kepada masyarakat sebagaimana mestinya, yang juga telah tersebar luas di media sosial.

“Pressrelease,bertempat di Aula Polres Kotim Jum at, 01/04/2021.

Menyikapi informasi yang beredar dikalangan masyarakat melalui media sosial terkait penyebab kelangkaan elpiji 3 Kg, serta banyaknya informasi adanya penjualan elpiji 3Kg yang sangat memberatkan masyarakat.

Satuan Reskrim Polres Kotim melakukan pengungkapan dan penindakan terhadap Pangkalan LPG, yang beralamat di Jalan Ketapi 3 Kecamatan MB. Ketapang Sampit, yang berawal dengan Penindakan 2 unit Mobil Pick up yang sedang mengangkut atau bermuatan penuh LPG 3 Kg masing-masing di Jalan Anang Santawi dan Jalan Pelita Sampit, yang dari keterangannya hendak diangkut dengan tujuan ke Desa Tumbang Sangai dan yang satunya dengan tujuan ke daerah Danau Sembuluh Kabupaten Seruyan.

Dari hasil pengembangan diperoleh keterangan dari Mobil Pick Up Toyota Hi-Lux Nopol KH 9972 FC bermuatan 87 buah LPG 3Kg yang dikendarai oleh MS (36 Tahun) dan 1 unit Mobil Pick Up Mitsubhisi Nopol KH 8852 PM yang bermuatan 96 buah LPG Kg dikemudikan oleh HN (31 Tahun) , yang kesemuanya ternyata berasal dan dibeli dari Pangkalan LPG milik MM (46 tahun) yang beralamat di Jalan Ketapi 3 Sampit.

Dalam Press Relaeasenya Kapolres Kotim AKBP. Abdoel Harris Jakin, S.I.K, M.Si menerangkan bahwa HET LPG 3Kg yang telah ditetapkan di Kabupaten Kotim adalah Rp.17.500,- namun selanjutnya dijual oleh MM kepada MS dan HN seharga Rp.30.000 dan disinyalir telah berlangsung sudah cukup lama, untuk mengelabui Petugas dalam pengangkutan, Segel Merah (tanda daerah Kotim) dilepas seolah-olah tabung kosong atau dijual masih di wilayah Sampit, dan dari keterangannya LPG 3Kg dijual lagi didaerah tujuan tersebut diatas seharga Rp.38.000,- kepada masyarakat.

Terhadap masing-masing Pelaku dijerat dengan pasal 40 point 9 Bab II bagian empat paragraf 5 UU.RI No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau Pasal 55 UU.RI. No 22 tahun 2001 tentang Migas yakni “ Tindak Pidana Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan/atau Liquid Petroleum Gas yang disubsidi Pemerintah” diancam dengan hukuman 6 Tahun Penjara dan denda Rp.60.000.000.000,-

Selanjutnya diucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan masukan terkait dengan kelangkaan LPG bersubsidi di Kotim, kemudian Kapolres Kotim megimbau kepada seluruh Agen dan Pangkalan LPG bersubsidi agar melaksanakan penjualan atau Distribusi LPG bersubsidi sebagaimana mestinya dengan tertib, sehingga tidak ada Hak Masyarakat yang terambil dan tercurangi, masing-masing wilayah sudah ada alokasinya masing-masing, dimana Masyarakat itu berada ,”pungkasnya.

( Kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here