Kerinci

Keluarga Dekat Kades Desa Kubang Agung DIDUGA Menerima BLT DD th 2020″

Kerinci. Sergapreborn

Alokasi Dana Desa yang dikucurkan Pemerintah untuk membantu masyarakat kategori miskin atau yang mempunyai penghasilan dibawah standar serta lebih terdampak pandemi Covid-19, membuat kepala desa sering salah sasaran. Walaupun sudah musyawarah desa, seharusnya dapat memilah warga yang benar-benar membutuhkan dan juga kepala desa adalah pejabat pengguna anggaran. Itu sudah diatur dalam PMK 40/th 2020 BLT Desa adalah pemberian uang tunai keluarga miskin atau tidak mampu didesa yang bersumber dari Dana Desa untuk mengurangi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Terkait adanya laporan dari warga desa Kubang Agung kec.Depati Tujuh kab.Kerinci ( identitas dirahasiakan ) dan hasil penelusuran awak media Sergapreborn didesa tersebut ( Sabtu,17/7/2021 ) penerima BLT DD th 2020 di DUGA salah sasaran karena terdapat nama anak kandung kades inisial “MO” dan “MO” diketahui sebagai tenaga honorer disalah satu Rumah Sakit di kota Sungai Penuh dan mertua kades inisial “D” yang keduanya tinggal dalam satu rumah dengan Kades Kubang Agung Syaiful Rahman. Ada juga nama inisial “Y” istri dari sepupu kades yang memiliki 3 unit mobil dan punya usaha minyak tanah, inisial “H” ipar kades memiliki 2 mobil, inisial “N” sepupu kades yang masih tinggal dengan orang tua namun untuk memenuhi syarat penerima BLT memisahkan diri dengan membuat kartu keluarga sendiri karena orang tuanya adalah penerima BST dan BPNT. Lebih parahnya ada nama penerima BLT tetapi tidak berada didesa tersebut.

Kades Kubang Agung Syaiful Rahman saat dikonfirmasi awak media Sergapreborn diruang kerjanya ( Selasa, 27/7/2021 ) tidak membantah dan membenarkan semua apa yang di pertanyakan awak media dengan mengatakan ,” Memang benar semua data tersebut karena nama-nama penerima BLT DD tahun 2020 dan mereka belum pernah menerima bantuan apapun dari Pemerintah. Jadi wajar untuk dapat walaupun mereka kaya.”

Kadis Pemerintahan Desa diminta tanggapannya terkait pembagian BLT DD yang tidak tepat sasaran, mengatakan, “Kades sebagai pengguna anggaran harus bisa memilah warga yang benar-benar tidak mampu dan lebih membutuhkan.”

( SERGAPreborn KSP )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button